Jakarta. Tidak benar bahwa generasi muda Indonesia itu melempem, setidaknya ada dua bidang yang menyentuh kehidupan manusia, pendidikan dan kesehatan, dimotori oleh generasi muda Indonesia. “Kedua-duanya saya menyaksikan adanya inisiatif yang luar biasa,” ujar Wakil Presiden (Wapres) saat melepas Pencerah Nusantara Angkatan ke-3 di Museum Nasional, Senin siang 15 September 2014.  Inisiatif tadi perlu diupayakan agar merebak dan meluas lagi. Bagi Wapres, anak-anak muda Indonesia sangat respektif terhadap ide-ide yang baik. “Jumlahnya tidak terbilang, mereka yang potensial bisa menjadi ujung tombak dari upaya kita untuk menjangkau masyarakat yang barangkali belum terjangkau dengan baik oleh tangan tangan birokrasi, tangan-tangan pemerintahan dan sebagainya,” kata Wapres. Pencerah Nusantara bukan saja mengobati 1-2 penyakit, tetapi melihat masalah kesehatan secara keseluruhan di suatu tempat. Dengan mengetahui masalah di suatu tempat, Pencerah Nusantara bekerja secara kongkrit, bukan lagi teoritis. Bermacam-macam masalah yang timbul, potensi yang dimiliki oleh suatu daerah akan diketahui. “Dan anda semua di sana untuk memikirkan change, perubahan apa yang perlu dilakukan, change yang realistis dan praktis,” ujar Wapres.  Kalau tidak bisa dilaksanakan di lapangan, kata Wapres, tentu ada jalur untuk menyampaikan kepada mereka yang mempunyai tanggung jawab dan memiliki kewenangan untuk melakukan perubahan yang lebih besar lagi. “Intinya anda semua itu adalah pelopor perubahan, agent of change,” ucap Wapres. Pencerah Nusantara tidak harus menyelesaikan masalah yang dihadapi di lapangan saat itu juga. “Tapi anda harus membuat katalog, membuat inventarisasi masalah-masalah yang mungkin harus diatasi dipecahkan pada tingkat yang lebih tinggi dengan waktu yang lebih panjang,” ujar Wapres.  Wapres mengharapkan agar para mitra dari program Pencerah Nusantara terus mendukung hingga tahun-tahun mendatang. “Dan kalau bisa jumlahnya jangan hanya tujuh lokasi, tapi ditambah,” ujar Wapres. Ia juga berharap dukungan juga hadir dari pemerintah, seperti Kementerian Kesehatan. Wapres memberi contoh di bidang pendidikan ada program yang berasal dari masyarakat dan ada juga yang berasal dari pemerintah. “Program Indonesia mengajar berasal dari inisiatif masyarakat, kelompok masyarakat, tapi juga nanti hari Kamis saya akan melepas sekitar 2000 guru ke daerah-daerah, dan ini adalah program pemerintah,” ujar Wapres.  Wapres menyampaikan apresiasi kepada Kantor Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia untuk MDGs yang telah mempelopori Pencerah Nusantara. Hadir dalam acara pelepasan Pencerah Nusantara ini, Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia untuk MDGs Nila Moeloek, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari, Ketua Dewan Pertimbangan Presiden Emil Salim dan Utusan Khusus Presiden bidang Penanggulangan Kemiskinan HS Dillon. Pencerah Nusantara adalah suatu gerakan untuk menciptakan perubahan pola pikir dalam masyarakat berdasarkan semangat untuk mewujudkan kesehatan sebagai hak asasi fundamental bagi seluruh warga negara Indonesia.  Pencerah Nusantara Angkatan I sebanyak 32 orang.  Saat ini mereka sudah kembali ke kota masing-masing.  Ada yang menjadi dosen kesehatan komunitas, melanjutkan kuliah (S1 untuk para bidan yang rata-rata berlatar belakang D-3 dan S2, beberapa yang menerima beasiswa melanjutkan kuliah S2 di dalam maupun luar negeri). Semuanya kembali pada ranah profesi seputar kesehatan masyarakat. Pencerah Nusantara Angkatan II sebanyak 34 orang. Saat ini mereka masih bertugas dan baru akan kembali pada awal Oktober setelah bersama-sama Angkatan III melaksanakan proses transisi/hand over pekerjaan di lokasi masing-masing. Sedangkan Pencerah Nusantara Angkatan III sebanyak 35 orang. Komposisi angkatan III ini terdiri dari : 7 orang dokter, 7 orang bidan, 8 orang perawat, 13 pemerhati kesehatan (termasuk 1 di antaranya dokter hewan). Pencerah Nusantara ditempatkan di tujuh lokasi yakni di Pulau Mentawai, Sumatera Barat; Krawang Barat, Jawa Barat; Ende, Nusa Tenggara Barat; Berau, Kalimantan Timur; Ogotua dan Lindu di Sulawesi Tengah dan Tosari di Pasuruan, Jawa Timur. **** 

Sumber : Berita Wapres