Dewasa ini kasus tentang penggunaan Narkoba/NAPZA pada remaja sedang marak-maraknya terjadi di Indonesia. Hal ini menjadi perhatian masyarakat khususnya orang tua yang khawatir anaknya terjerumus menggunakan narkoba. Menurut data dari BNN (Badan Narkotika Nasional) bahwa penyalahgunaan narkoba menduduki rangking 20 dunia sebagai penyebab angka kematian dan rangking ke 10 di negara sedang berkembang termasuk di Indonesia. Pernyataan dari BNN ini diperkuat dengan tingginya grafik angka kasus narkoba yang terjadi di Indonesia dari tahun 2007 hingga tahun 2011 seperti yang ditampilkan pada grafik dibawah ini.

Tim Pencerah Nusantara batch 3 yang saat ini sedang melakukan misi mulia di kecamatan Lindu, Sulawesi Tengah menemukan kasus penyalahgunaan narkoba di daerah tersebut. Mayoritas penyalahgunaan narkoba di Kecamatan Lindu dilakukan oleh para remaja dan tim Pencerah Nusantara sangat perihatin dengan kondisi tersebut. Salah satu cerita yang sangat memilukan adalah ketika tim kami menemukan seorang remaja yaitu Deni berumur 18 tahun meninggal di rumahnya sendiri karena overdosis narkoba pada bulan Desember 2014 lalu. Deni yang tinggal di salah satu dusun Kec.Lindu meninggal karena sakau di kamarnya sendiri. Menurut salah satu perawat yang mengenal Deni, “Deni sering marah-marah meminta obat karena badannya sakit-sakit” ujar perawat Selfi. Perawat Selfi menambahkan bahwa ketika Ia menemukan Deni di kamar, Deni sudah terkapar dan tubuhnya sudah dingin. Kejadian tragis ini sungguh disayangkan karena Deni masih muda dan masih memiliki masa depan yang panjang jika saja Deni tidak terjerumus narkoba.

Kejadian ini menginspirasi tim Pencerah Nusantara untuk melakukan kegiatan Promkes (Promosi Kesehatan) mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan bahaya narkoba/NAPZA. Promkes kami lakukan pada remaja yang masih duduk di bangku sekolah SMP di Kec.Lindu. Kegiatan kami awali di SMP negeri 1 Lindu, dimana antusias murid sangat tinggi terhadap promosi kesehatan yang kami lakukan. Hal ini tercemin dari banyaknya pertanyaan yang dilontarkan dari para murid kepada kami. Rasa ingin tahu terdapat menyelimtui benak pikiran mereka tentang pemahaman akan kesehatan. Selanjutnya kami melanjutkan promosi keshatan di SMP Maradino yang berlokasi di seberang Danau Lindu. Kunjungan kami di SMP Maradino juga direspon positif oleh para murid dan guru disana. Di setiap akhir kunjungan kami selalu meminta para remaja untuk merenungkan tentang efek Napza terhadap diri sendiri dan juga dampaknya terhadap orang-orang yang berada di lingkungan mereka( orang tua, teman, guru,dll) jika para remaja menggunakannnya. Dengan demikian kami berharap bahwa para remaja sudah mulai memperhatikan dampak buruk dari napza itu sendiri dan mari kita bantu memerangi narkoba.

Disunting oleh : Brilian Arya Musashi

Referensi :

http://www.slideshare.net/agus-popi/data-narkoba-5-tahun-terakhir 

http://www.bnn.go.id/portal/index.php/konten/detail/puslitdatin/artikel/10682/remaja-dan-penyalahgunaan-narkoba