Relawan GEBRAK COVID-19 menjadi salah satu garda terdepan penanganan wabah di Kecamatan Andir, Kota Bandung. (Sumber gambar: Dok. Pencerah Nusantara)

“Ada perasaan takut juga neng waktu kami jadi relawan COVID-19 ini, tapi seperti yang eneng bilang, kalau bukan kami, siapa yang bergerak lawan COVID di sini?” papar Ibu Sugiarti di hadapan Tim GEBRAK COVID-19. Meski merasa takut, Ibu Ugi, sapaan akrabnya, mengaku bangga bisa terlibat dalam penanganan wabah COVID-19 di wilayahnya.

Gerakan Bersama Masyarakat Lawan COVID-19 atau GEBRAK COVID-19 merupaka program pemberdayaan masyarakat yang diinisiasi pihak Puskesmas setempat dengan Tim Pencerah Nusantara COVID-19 (PN COVID-19) penempatan Andir. Relawan yang tergabung dalam tim ini terdiri atas kader Posyandu, kader PKK, anggota karang taruna, hingga pengurus RW/RT. Mereka bertugas melaksanakan surveilans berbasis masyarakat (SBM) dan promosi kesehatan (promkes) yang diharapkan mampu menurunkan angka kasus baru di Kecamatan Andir.

Membangun sebuah sistem SBM dan Promkes berbasis pemberdayaan masyarakat menuntut banyak waktu. Sebab, program ini perlu dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan yang telah terlaksana terlebih dulu, seperti program Gugus Tugas RW, RW Siaga, dan juga Kampung Tangguh. Meski memakan waktu yang panjang, berkat semangat dan antusiasme relawan sekalian, program ini dapat berjalan lancar.

Semangat itu selalu terpancar dari kegiatan promosi kesehatan yang kerap mereka lakukan. Berbekal pakaian pelindung, face shield, masker, hand sanitizer, dan leaflet, mereka mengedukasi masyarakat perihal 3M (menggunakan maysker, menjaga jarak, dan mencuci tangan). Kadang kala, mereka juga menerangkan adaptasi kebiasaan baru (AKB) ataupun hoaks terkait COVID-19. Sebagai relawan, mereka juga kerap menemui orang-orang yang tidak patuh protokol kesehatan dan menolak ketika menerima edukasi. Namun berbekal semangat yang sama, mereka tidak merasa patah semangat karena itu.

Setiap kali muncul kasus terkonfirmasi, mereka selalu sigap berkumpul dan berdiskusi dengan pihak RW dan puskesmas setempat untuk mencegah penyebaran. Biasanya, langkah yang diambil selanjutnya adalah penyemprotan disinfeksi di sekitar RT. Tidak lupa, mereka juga mengarahkan pihak keluarga kasus terkonfirmasi untuk melaksanakan Tes Swab yang dijadwalkan puskesmas.

Tidak hanya itu, mereka juga gencar mengedukasi warga yang tinggal di sekitar rumah kasus terkonfirmasi. Kesadaran mereka bukan tanpa alasan, sebab setelah menerima SK dari Kelurahan sebagai relawan GEBRAK, mereka menyadari garda terdepan perlawanan COVID-19 adalah masyarakat, bukan tenaga kesehatan. Hal ini menjadi pedoman mereka untuk bertindak, berjuang, dan sebisa mungkin memutus rantai penularan COVID-19 di wilayah Andir.

 

Tentang Pencerah Nusantara COVID-19

Pencerah Nusantara adalah inovasi mengurangi kesenjangan pelayanan publik di bidang kesehatan untuk mewujudkan Indonesia sehat dan sejahtera yang telah dilaksanakan sejak tahun 2012. Pencerah Nusantara menekankan penguatan pelayanan kesehatan primer (puskesmas) oleh tim pemuda multi-profesi. Pencerah Nusantara COVID-19 hadir menguatkan puskesmas di wilayah Jakarta dan Bandung menghadapi pandemi COVID-19 selama periode 6 bulan masa penempatan. Model Pencerah Nusantara menekankan peran anak muda dalam sebuah tim dengan beragam profesi, pemantauan dan evaluasi, inovasi, dan kolaborasi multi-sektor. Sejak 2015 model intervensi puskesmas berbasis Tim Pencerah Nusantara diadopsi Kementerian Kesehatan sebagai program serupa bernama Nusantara Sehat.

 

Penulis

Priska Natasya (Ahli Gizi)

Pencerah Nusantara Kecamatan Andir, Kota Bandung