Setelah pembukaan Pelatihan Pencerah Nusantara Angkatan Ketiga di TMII, Jakarta, para peserta pelatihan pun diberangkatkan ke Magelang untuk mengikuti pelatihan Survival dan Bela Negara di Akademi Militer. Kegiatan selama lima hari ini bertujuan untuk melatih kekompakan tim, kepemimpinan, disiplin, dan kemampuan bertahan hidup para Pencerah Nusantara baik secara individual maupun kelompok.

Sejak tiba di lokasi pelatihan, peserta langsung diarahkan untuk meningkatkan kekompakan dan rasa persaudaraan diantara sesama. Mereka diajarkan berbagai yel dan dibiasakan untuk berbaris. Disaat satu anggota melakukan kesalahan, seluruh tim dihukum oleh para pelatih. Ini dimaksudkan untuk mendorong para peserta untuk saling melindungi, saling mengingatkan, dan menumbuhkan jiwa kebersamaan sesama anggota tim. Bahkan aktivitas makan pun menjadi tantangan karena para peserta dibatasi waktu dan diharuskan menghabiskan makanan yang tersedia. Seluruh tahap pelatihan dalam periode lima hari ini dibentuk seputar persiapan ketahanan para peserta akan medan yang mereka akan hadapi di lokasi penempatan.

Setelah dibuka oleh direktur Akademi Militer, hari pertama pelatihan dimulai dengan pengenalan Indonesia secara mendalam. Materi pertama dalam pelatihan ini adalah ‘Pembentukan Karakter’. Ini merupakan materi yang penting karena menggambarkan kondisi Indonesia sehingga bisa menjadi latar belakang dan pintu masuk ke materi-materi lainnya. Materi ini menggambarkan Indonesia dari perspektif geografi, politik, ekonomi, sosial, maupun demografi. Materi ini kemudian dilanjutkan dengan pelajaran mengenai keberagaman, dengan tema ‘Wawasan Kebangsaan’. Disini, para peserta diperkenalkan dengan berbagai budaya dan adat istiadat yang ada di Indonesia. Materi ini juga signifikan mengingat para peserta datang dari berbagai penjuru Indonesia dan akan ditempatkan di suatu lokasi dengan kondisi yang penuh tantangan. Sesi hari pertama ditutup dengan sesi ‘Psikologi’ yang mendiskusikan resilience atau ketangguhan. Sesi ini mendiskusikan sikap-sikap yang bisa menjadi refleksi tingkat ketangguhan seseorang. Contoh sikap ini termasuk kemampuan berpikir dari perspektif lain, menganalisa keadaan, dan kemampuan berpikir positif. Sesi ini juga penting untuk melihat tingkat ketangguhan peserta Pencerah Nusantara yang akan menghadapi berbagai tantangan di lokasi penempatan nanti.

Pada hari kedua, peserta pelatihan Pencerah Nusantara dibawa ke daerah Plempungan, tempat pelatihan lapangan yang terpisah dari kompleks utama Akmil. Disini, para peserta belajar bagaimana memanfaatkan berbagai sumber daya yang ada di alam untuk dikonsumsi, berburu, maupun menciptakan tenda atau tempat berteduh. Mereka juga belajar bagaimana membaca peta, memetakan peta tersebut di medan yang sebenarnya, dan menggunakan kompas untuk bernavigasi baik di siang hari maupun malam hari. Para peserta bahkan belajar bagaimana menangani hewan buas, seperti ular. Setelah penjelasan secara teori, peserta dibagi berdasarkan tim lokasi penempatan masing-masing, untuk kemudian diberi tugas untuk menyusuri lima pos dengan tugasnya masing-masing. Untuk menyelesaikan kelima tugas tersebut, setiap tim harus memanfaatkan dan mempraktekkan pengetahuan yang sudah mereka pelajari sebelumnya.

Pada hari ketiga, para peserta dikirim menaiki gunung untuk pelatihan survival. Disini mereka ditinggal oleh para pelatih Akmil di atas gunung selama semalam untuk melihat kemampuan bertahan hidup para individual saat dipisahkan dari fasilitas-fasilitas perkotaan dan biasa digunakan orang sehari-harinya. Mereka hanya dibolehkan membawa beberapa pakaian, air minum, dan matras untuk tidur. Karena itu, mereka diharuskan mencari dataran rendah untuk bermalam, mencari makanan sendiri di area hutan, serta membuat api unggun untuk menghangatkan badan untuk waktu malam hari. Selain melatih kemampuan bertahan hidup, proses survival ini membangun rasa persaudaraan diantara para Pencerah Nusantara, terutama rasa persaudaraan diantara mereka yang akan ditempatkan di lokasi yang sama nantinya.

Keesokan harinya, para Pencerah Nusantara turun gunung kembali ke lokasi penginapan di kompleks utama Akmil. Karena keesokan harinya, para peserta akan kembali ke Jakarta, hari keempat diisi dengan pelatihan pembentukan sikap dan disiplin dimana dalam sesi tersebut peserta di tekankan dalam kerjasama dan kekompakkan tim. Pada sore hari, peserta dipersiapkan untuk naik gunung tidar, yakni sebuah bukit yang berada tepat di belakang markas Akademi Militer.  Naik ke puncak Tidar merupakan sebuah tradisi dalam setiap pelatihan Akademi Militer, sebab puncak Tidar merupakan “paku” dari pulau Jawa, berada tepat di tengah – tengah pulau Jawa. Selain itu di puncak Tidar terdapat banyak sisi mistis yang bertujuan untuk mengajarkan kepada para Pencerah Nusantara untuk lebih membumi dan percaya akan kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa. Dimalam hari, persiapan untuk perpisahan dan refleksi dari hasil setiap pelatihan selama 4 hari di Akademi Militer. Dalam acara api unggun tersebut di isi dengan berbagai acara seperti surat refleksi kemerdekaan dari Diah S. Saminarsih, persembahan pementasan dari masing – masing lokasi, hingga acara puncak yakni renungan malam yang dibawakan oleh pelatih – pelatih Akademi Militer.

Hari terakhir di Akademi Militer bertepatan dengan hari kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia, para Pencerah Nusantara mengikuti serangkaian kegiatan seperti upacara memperingati hari kemerdekaan RI dan kunjungan ke museum yang berada dalam kompleks Akademi Militer. Hal tersebut merupakan pengalaman yang sangat berharga mengikuti upacara bendera memperingati hari kemerdekaan di dalam lingkungan Akademi Militer. Selanjutnya dalam mengunjungi museum Akademi Militer peserta bisa memaknai, menghargai, proses perjuangan para pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan.

Setelah mengikuti semua rangkaian kegiatan dari pelatihan di Akademi Militer, peserta kemudian melaksanakan upacara penutupan pelatihan. Setelah itu, peserta bersiap untuk kembali ke Jakarta.

 Untuk berita-berita terkini seputar kegiatan pelatihan Pencerah Nusantara Angkatan Ketiga, follow twitter @PencerahNusa!