Greenhouse di Kelurahan Cigondewah Kidul memanfaatkan teknologi vertical garden untuk meningkatkan ketahanan pangan wilayah. (Sumber gambar: Dok. Pencerah Nusantara)

Kelurahan Cigondewah Kidul di Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung, adalah wilayah padat penduduk. Namun, kelurahan ini mampu memanfaatkan lahan terbatas untuk membangun ketahanan pangan. Dengan dana hibah Dinas Pertanian Kota Bandung pada 2015 lalu, Kelurahan Cigondewah Kidul membuat greenhouse dengan teknik vertical garden.

Awalnya, greenhouse sempat tidak terawat, baru pada 2019 Lurah Cigondewah Kidul menjadikan greenhouse bagian program Aksi Ekonomi Pembangunan. Pada tahun yang sama, greenhouse dipindahkan ke lokasi di dekat Kantor Kelurahan, lantas ditata, dan ditanami berbagai sayuran.

Lahan sekitar greenhouse ditanami buah-buahan serta dimanfaatkan sebagai kolam ikan lele. Greenhouse menjadi lumbung pangan Kelurahan Cigondewah Kidul dan sangat bermanfaat selama pandemi COVID-19.

Sistem pengelolaan greenhouse tidak menggunakan dana APBD atau APBN, tetapi hasil panen greenhouse sendiri. Dari hasil penjualan panen ke pasar swalayan di Kota Bandung, sebagian digunakan untuk memelihara greenhouse dengan membeli pupuk, bibit tanaman, serta peralatan berkebun.

Sebagian keuntungan lainnya digunakan untuk program perbaikan gizi masyarakat, seperti pemberian PMT bagi balita di Posyandu dan Program Penanggulangan Stunting dari PKK Cigondewah Kidul.

Pemanfaatan

Lalu bagaimana pemanfaatan greenhouse selama pandemi? Warga kerap memanfaatkan tanaman hasil panen di greenhouse sebagai bantuan pangan warga yang terinfeksi COVID-19 dan melaksanakan isolasi mandiri di Kelurahan Cigondewah Kidul. Beberapa tanaman yang kini ditanam di sekitar greenhouse ialah kangkung, bayam, pakcoy, sawi, pisang, dan pepaya.

Bantuan sosial yang disalurkan Kelurahan Cigondewah Kidul selalu memperhatikan aspek gizi. Karena itu, selain beras, kornet, ikan, suplemen, telur yang dibeli dari dana bansos, ditambahkan pula buah dan sayur hasil panen di greenhouse.

Dana bansos bisa dikatakan tidak terlalu besar sehingga tidak cukup membiayai kebutuhan gizi warga yang melakukan isolasi mandiri selama 10 sampai 14 hari. Oleh karena itu, hasil panen greenhouse sangat membantu memenuhi kebutuhan gizi warga dengan budget terbatas. Bagi pihak kelurahan, hal ini adalah komitmen meningkatkan kebutuhan gizi warga yang terinfeksi COVID-19, khususnya mereka yang melaksanakan isolasi mandiri.

 

Tentang Pencerah Nusantara COVID-19

Pencerah Nusantara adalah inovasi mengurangi kesenjangan pelayanan publik di bidang kesehatan untuk mewujudkan Indonesia sehat dan sejahtera yang telah dilaksanakan sejak tahun 2012. Pencerah Nusantara menekankan penguatan pelayanan kesehatan primer (puskesmas) oleh tim pemuda multi-profesi. Pencerah Nusantara COVID-19 hadir menguatkan puskesmas di wilayah Jakarta dan Bandung menghadapi pandemi COVID-19 selama periode 6 bulan masa penempatan. Model Pencerah Nusantara menekankan peran anak muda dalam sebuah tim dengan beragam profesi, pemantauan dan evaluasi, inovasi, dan kolaborasi multi-sektor. Sejak 2015 model intervensi puskesmas berbasis Tim Pencerah Nusantara diadopsi Kementerian Kesehatan sebagai program serupa bernama Nusantara Sehat.

 

Penulis

Deni Frayoga

Pencerah Nusantara Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung