35 Pencerah Nusantara Angkatan ke-3 berkumpul di Museum Listrik & Energi Baru, berlokasi di  Taman Mini Indonesia Indah, siap untuk menjalani proses pelatihan. Dimulai tanggal 11 Agustus, mereka akan mengikuti pelatihan selama 5 minggu, meliputi ranah pelatihan medis dan non-medis untuk memastikan bahwa setiap tenaga medis dan non-medis dapat memberikan kemampuan terbaiknya dalam menjalankan tugasnya sebagai Pencerah Nusantara. Di lain sisi, pelatihan pun berupaya membangun dan mempererat hubungan para Pencerah dengan berbagai materi seperti team building, communication skill, conflict management, dan hubungan interpersonal.

Seluruh tim pengelola program menyambut para Pencerah Nusantara dengan antusias, memberikan tepuk tangan yang meriah untuk mereka ketika masuk ke dalam ruangan untuk pembukaan. Ibu Nila Moeloek, Utusan Khusus Presiden RI untuk MDGs menyatakan rasa bangganya melihat banyak pemuda mau ikut berkontribusi mempersempit kesenjangan sosial di Indonesia, “Sudah saatnya kita memberi keadilan bagi seluruh warga negara. Kalian akan tinggal bersama masyarakat dan menyaksikan keadaan sesungguhnya di lapangan. Jadikan itu sebagai modal untuk berupaya membawa perubahan.”

Memberikan gambaran Pelatihan Pencerah Nusantara, Nindi Sitepu, Program Manager menjelaskan “Sebagai Pencerah Nusantara angkatan ketiga, maka kerangka besar Pelatihan akan bertitik berat kepada upaya ‘phasing out’: melatih kepekaan untuk menemukan “local champions’ dan cara-cara menggerakan dan mendorong masyarakat agar dapat secara mandiri melanjutkan program-program yang sebelumnya sudah dibina”. Karenanya, salah satu faktor utama yang akan menentukan keberhasilan pada tahun ketiga ini adalah kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya.

Diah Saminarsih, Asisten Utusan Khusus sekaligus Direktur Eksekutif Program, menegaskan tanggung jawab Angkatan Ke-3 yang akan menutup pendampingan intensif Pencerah Nusantara. “Menjadi Pencerah Nusantara adalah panggilan untuk beraksi melampaui tanggung jawab sehari-hari. Angkatan ketiga akan menutup dan mengevaluasi apakah gerakan Pencerah Nusantara nyata berdampak baik pada kualitas kehidupan masyarakat di daerah penempatan. Jadilah jembatan yang kokoh, fasilitator perubahan yang senantiasa menebarkan optimisme.”

 Buka mata, hati dan pikiran untuk menyerap hal-hal baru. Selamat menjalani hari-hari panjang di training camp Pencerah Nusantara Angkatan Ke-3!