Kamis, 3 Januari 2013

Di pertengahan November kami memulai survei kesehatan dasar di Kecamatan Lindu. Dalam survei ini kami menggunakan kuesioner yang berisi tentang Survey Kesehatan Dasar Rumah Tangga, Sanitasi Lingkungan, Status Kesehatan dan Gizi Bayi dan Balita, Riwayat persalinan , Kesehatan ibu dan anak , PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat), akses terhadap asuransi kesehatan. Pada pendataan ini kami melibatkan kader-kader Posyandu dan tak lupa melibatkan beberapa staf puskesmas.

usman sedang mengajarkan kader-kader cara mengisi kuesioner

kader melakukan pendataan di Posyandu

Kami melakukan pendataan ini dikarenakan belum adanya data yang lengkap mengenai kesehatan dasar di wilayah Lindu. Kami ingin mengetahui lebih lanjut dengan turun langsung ke lapangan, door to door ke rumah warga, dan melihat langsung keadaan rumah, sanitasi lingkungan seperti melihat langsung ke kamar mandi,jamban, dan saluran pembuangan limbah rumah tangga.

Kami juga melakukan penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan balita di rumah-rumah warga, selain di rumah warga kami juga melakukan penimbangan BB dan pengukuran TB di Posyandu dan PAUD di setiap desa dan dusun untuk melengkapi data yang luput dari kunjungan rumah yang disebabkan oleh rumah yang kosong karena penghuninya sedang beraktivitas di kebun maupun di sawah.

Pendataan ini cukup melelahkan karena teriknya matahari mengakibatkan kulit kami menghitam, dan ekskresi keringat berlebihan. Selain Karena kami tidak memiliki transportasi, sehingga usman harus meminjam motor perawat dan membonceng kami bolak-balik antar desa, bahkan sering bonceng tiga untuk menghemat tenaga,waktu, dan biaya. Kasian juga usman apalagi saat pendataan didesa puroo yang jaraknya cukup jauh dari desa tomado dengan medan super becek yang mengharuskan kami selalu menggunakan jungle boat untuk melindungi kaki apabila harus turun dari motor dan berjalan kaki. Walau keadaannya seperti ini kami tetap semangat mendata rumah warga, apalagi sambutan dari warga yang hangat saat tahu bahwa ibu dokter dan tenaga kesehatan datang berkunjung ke rumahnya.Kami juga membina hubugan baik dengan kepala desa selama pendataan ini.

Saat mendata kami menemukan kebiasaan buang air besar di kuala (kali kecil yang mengarah ke danau) karena tidak memiliki jamban, ada juga yang memiliki jamban tetapi tetap pergi ke kuala karena alasan tidak ada air. Selama mendata sering sekali warga salah mengira kami sedang mendata untuk pemberian kartu jamkesmas, mungkin karena mereka sangat ingin memiliki kartu jamkesmas untuk mendapatkan pelayanan pengobatan gratis.

Banyak kejadian lucu selama pendataan seperti  saya dan mbok jatuh dari motor  dihadapan anak-anak SD di desa anca, saya dan usman harus melewati hutan-hutan dengan pohon-pohon yang tumbang yang diakhiri dengan saya terjatuh terpeleset karena asyik menghubungi usman dengah handy talky , fitri yang mendata rumah di desa anca tenyata respondennya memiliki kelainan jiwa sehingga pertanyaan yang dilontarkan banyak yang tidak nyambung, yuk utri jatuh ke kubangan lumpur  hingga basah seluruh tubuh saat pendataan di dusun wongkodono, mbokgek ditahan oleh dukun beranak dengah waham keagamaan dan diharuskan menghabiskan kopi buatannya baru boleh pulang, dan pendataan di Langko yang membuat kita di kerubungi anjing dan anak-anak babi, karena anak-anak babi berkeliaran dihalaman rumah :-).

 perjalanan menuju rumah warga

istirahat seteah pendataan di rumah pegawai puskesmas Lindu, Aghi

Hingga akhir tahun 2012 kami baru menyelesaikan pendataan di 2 desa, masih tersisa 2 desa dengan banyak dusun dan medan yang sulit. Lain kali kami ceritakan kembali hal-hal menarik selama pendataan di desa lain.