11 Desember 2012

Senin pagi di desa Long Lamcin kabut putih masih menyelimuti kampung ini dengan pemandangan sekeliling hutan heterogen yang sangat lebat. Alam di pagi ini menyuguhkan pemandangan yang indah, tampak cahaya matahari meyelinap di balik bukit berkabut seakan ingin menyapa alam. Sudah 5 hari kami melakukan perjalanan "Long Trip" karena kampung-kampung yang kami datangi memakai nama "Long" di depannya, ada 5 kampung yang kami datangi dengan misi untuk Indonesia yang lebih sejahtera, berpetualangan ke seluruh penjuru kampung  dengan satu tujuan yaitu untuk mencerahkan. 

Kampung Long Lamcin merupakan kampung terakhir yang kami kunjungi selama perjalanan long trip ini. Berjarak ± 100 Km dari Puskesmas kelay dengan waktu tempuh perjalanan ± 420 menit, dan hanya bisa dijangkau melalui jalur sungai menggunakan perahu yang disebut ketinting. Sungai dengan arus deras dan jiram kuat menjadi pemandangan dan memacu adrenalin kami menelusuri sungai.

Tidak seperti Senin pagi biasa kita lihat di kota, dengan kesibukan masyarakat hilir mudik untuk kerja dan sekolah. Di kampung ini hanya terlihat beberapa ibu dan bapak pergi menggunakan perahu untuk kehutan, dan beberapa anak kecil berseragam merah putih bahkan ada yang tidak menggunakan seragam mententeng tas di punggung berlari menuju sekolahan. Tanpa sepatu dan tanpa alas kaki mereka bersemangat untuk sekolah dan terlihat raut keceriaan dari wajah mereka.

Berbicara sekolah ada 1 sekolah SD di kampung ini yaitu SD N 002 Kelay Kampung Long Lamcin dengan jumlah murid 28 siswa terdiri dari kelas 1 sebanyak 8 orang, kelas 2 sebanyak 7 orang, kelas 3 sebanyak 6 orang, kelas 4 sebanyak 4 orang, dan kelas 5 sebanyak 3 orang sedangkan kelas 6 tidak ada siswanya. Terlihat 1 orang guru sedang mengajar di kelas, dan saya pun tertarik untuk masuk ke dalam dan berkenalan dengan guru dan murid murid SD. Awalnya mereka takut saat saya ajak berkenalan karena mereka berpikir akan disunat, tetapi setelah pak guru Yohanes bercerita tidak ada yang disunat maka mereka pun mau masuk ke kelas lagi. Melihat wajah antusias mereka saya pun minta ijin kepada pak guru untuk meminta waktu sebentar. Kemudian saya menggambar wilayah Indonesia di papan tulis, walaupun tidak sebagus aslinya. Saya ajak mereka bermimpi untuk berpetualang berkeliling Indonesia, bermimpi untuk berani melihat dunia luar, melihat bahwa Indonesia ini kaya dan luas. Satu per satu murid bercerita tentang pengalamannya hari kemarin dan bercerita tentang cita-cita mereka. Yah cita-cita dan mimpi yang akan membawa mereka terbang menuju penjuru negeri dan penjuru dunia. Cita-cita yang akan membawa perubahan bagi mereka, keluarga, dan tempat mereka tinggal. Kebanyakan dari mereka bercita cita untuk menjadi guru dan dokter, sisanya menjadi pilot dan polisi.

Guru dan dokter merupakan pilihan sebagian besar siswa, entah apa yang mereka pikirkan tetapi cita-cita ini sungguh mulia bergerak di bidang pendidikan dan kesehatan. Dimulai dari pendidikan dan kesehatan untuk menuju masyarakat Indonesia yang lebih sejahtera. Kunci dari kesuksesan dan mencapai cita cita yang telah diceritakan, pak guru mengatakan kalian harus rajin belajar dan saya menambahkan jangan malu dan harus berani, 3 kata kunci itu yang mereka pegang untuk pelajaran hari ini. Setelah selesai mendengarkan cerita mereka satu persatu di depan kelas, dan sebagai penutup kami pun bersama sama menyanyikan lagu Indonesia Raya. Lagu Indonesia Raya yang jarang sekali mereka nyanyikan pada saat upacara Senin karena mereka sudah lama tidak upacara Senin pagi. Didalam kelas anak2 melantunkan lagu Indonesia Raya dengan semangat yang membara hingga membahana keluar gedung. Lagu Indonesia Raya yang membuat saya merinding mendengarnya karena dinyanykan dengan begitu semangat dan penghayatan dari anak negeri ini. Semangat dan wajah polos anak negeri ini mengobarkan semangat saya untuk terus mengabdi di negeri ini, negeri INDONESIA!

Pencerah Nusantara Berau