Alumni Pencerah Nusantara!

Pencerah Nusantara tidak akan dapat menyelesaikan semua persoalan kesehatan bangsa, tapi akan memercikkan semangat perubahan yang diharapkan dapat menggerakkan bangsa ini untuk bergerak bersama menuju Indonesia sejahtera.

Shafhan Dustur
Dokter Umum

Pria lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Syah Kuala, Aceh ini berpendapat bahwa menjadi seorang dokter adalah panggilan hati untuk menolong sesama. Itulah alasan sederhana mengapa ia mendaftarkan diri sebagai Pencerah Nusantara. Meskipun masih sangat muda, ia telah berpengalaman mengikuti berbagai organisasi yang mematangkan pola pikir dan pergaulannya.
Akrab dipanggil Idus, ia dikenal sebagai ustadz karena keahliannya membaca Al’quran secara tilawah atau berirama. Kemampuan ini dimanfaatkannya untuk mendekatkan diri dengan masyarakat dalam menyampaikan pesan-pesan bijak dan nilai-nilai kehidupan kepada masyarakat, terutama dalam melakukan perubahan perilaku hidup sehat dan mandiri. Visinya dalam Pencerah Nusantara adalah ingin menjadikan perilaku sehat sebagai budaya.

Beranggapan bahwa bergabung dengan Pencerah Nusantara merupakan salah satu pencapaian terbesar dalam hidupnya, Shafhan merasa pengalamannya sangat membantu dalam meningkatkan kapasitas dan kapabilitas secara pribadi. Saat ini ia bertugas sebagai dokter kontrak unit gawat darurat di sebuah rumah sakit di daerah. Meski lebih banyak berkutat dalam hal kuratif, Shafhan juga ikut serta bersama manajemen rumah sakit untuk melakukan pembenahan dalam sistem rujukan  sehingga secara tidak langsung dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di pusat pelayanan primer.

Bambang Murdiono
Ahli Kesehatan Masyarakat

Pria yang akrab dipanggil Bambang ini adalah lulusan Fakultas Kesehatan Masyarakat Univ. Ahmad Dahlan, ia mendalami epidemiologi dan penyakit tropik. Ia terpanggil mengikuti program ini karena ia ingin membuat masyarakat merasakan bahwa masih ada orang-orang yang mau terjun langsung mengabdikan dirinya.
Bambang tinggal di Kompleks Puskesmas di Kep. Riau, sehingga sehari-harinya ia cukup banyak melihat pelbagai masalah kesehatan, ditambah daerah itu adalah daerah endemis malaria, ia pun pernah mengalaminya. Dengan ilmu yang dimilikinya, ia berharap dapat membantu masyarakat menyelesaikan masalah terutama yang terkait lingkungan.

Setelah mengabdikan diri sebagai pemerhati kesehatan di Pencerah Nusantara, hidup dan berbaur dengan masyarakat pedalaman Puskesmas, kini Bambang bergabung di institusi kesehatan pemerintah untuk melanjutkan kecintaannya melakukan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan di daerah pedalaman. Bersama istrinya, saat ini Bambang sedang menggagas sebuah “Sekolah Kesehatan” bagi anak dan masyarakat yg tinggal jauh di pedalaman, berbekal misi bahwa “setiap orang punya hak yg sama utk mendapatkan informasi kesehatan”, siapapun dan dimanapun.

Elys Indrayani
Perawat

Meski bertubuh mungil, Elys memiliki pergerakan yang aktif dan lincah. Ia mendapatkan gelar perawatnya dari STIKES NANI HASANUDDIN dengan predikat cum laude. Kemampuan akademiknya pun diimbangi dengan pengalaman berorganisasinya yang cukup banyak.

Motivasinya bergabung dalam gerakan ini adalah ia ingin meningkatkan pelayanan medis untuk masyarakat dan memberi motivasi agar masyarakat mau menjaga kesehatannya sebagai suatu aset.

Setelah Elys menyelesaikan masa pengabdian Pencerah Nusantara, ia kembali bergabung dengan teman-teman di STIKFER Makasar sebagai tenaga pengajar. Elys aktif mengajak mahasiswa dan pemangku kepentingan lintas sektor lainnya untuk ikut dalam kegiatan “Peduli kKesehatan”, dengan memberikan informasi kepada masyarakat tentang pentingnya  kesehatan. Ke depannya, Elys berencana untuk melanjutkan pendidikan S2.

Luky Winanti
Perawat

Luky menamatkan pendidikannya dari Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia. Keinginannya bergabung dalam program ini adalah ia ingin ikut andil meningkatkan derajat kesehatan masyarakat khususnya di daerah yang minim pelayanan kesehatan. Luky bercita-cita ingin menghidupkan kembali RW Siaga yang melibatkan berbagai pihak.
DI luar profesinya, ia pernah bekerja sebagai koordinator lapangan Badan Narkotika Nasional, staff marketing paruh waktu Career Development Center UI dan freelance enumerator Litbangkes.

Pasca penugasan, Luky kembali ke Tangerang dan mengisi hari-harinya dengan membantu Mercy Corps dalam survei data kesehatan ibu dan anak. Ia pun menjadi relawan pelayanan kesehatan bersama PKPU dan ACT di daerah Jabodetabek. Semenjak Luky bekerja di LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan), ia pun aktif mengisi waktu luangnya dengan mengikuti kegiatan sosial di masyarakat.

Rizqi Amelia
Bidan

Rizqi menamatkan studinya dari D3 Kebidanan Poltekkes Kemenkes Semarang dengan IPK cum laude. Gadis ini memiliki keinginan untuk terjun ke pelosok. Meski medan pasti sulit, namun ia cukup senang jika dapat memberikan apa yang ia miliki ke masyarakat dan membuat masyarakat bahagia. Pengalaman Kuliah Kerja Nyata dulu di Temanggung masih berkesan sekali baginya sehingga ia memutuskan bergabung dengan pencerah Nusantara.

Saat sekolah, ia juga aktif dalam kegiatan yang bersifat di luar akademis seperti Senat Mahasiswa dan Kelompok Ilmiah Remaja.

Bergabung di Pencerah Nusantara membuat Rizqi menyadari akan pentingnya pendekatan promotif dan preventif dalam kesehatan. Setelah pengabdian, Rizqi semakin terpacu untuk mengembangkan diri dan melanjutkan pendidikannya di studi S1 ekstensi di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, peminatan Kesehatan Reproduksi. Di samping itu, Rizqi bersama lima teman lainnya menginisiasi kelompok RUMAH CITA KITA, yang memiliki fokus kepada pendidikan dan kesehatan untuk semua, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, hingga lansia.