Siapa Sajakah Para
Pencerah Nusantara!

Pencerah Nusantara tidak akan dapat menyelesaikan semua persoalan kesehatan bangsa, tapi akan memercikkan semangat perubahan yang diharapkan dapat menggerakkan bangsa ini untuk bergerak bersama menuju Indonesia sejahtera.

  • Imanda Husna Silalahi

    Dokter yang biasa dipanggil Manda ini lahir di Sidikalang, 10 Februari 1992. Ia menamatkan pendidikan dokter umum di Universitas Sriwijaya dan menyelesaikan studinya sebagai lulusan tercepat dengan indeks prestasi tertinggi sekaligus menjadi tenaga pengajar di lembaga kursus Botama Palembang. Selepas menyandang gelar dokter, wanita asal Aceh Singkil ini menjalani program internship di provinsi yang sama, Pada masa ini lah, Manda menyaksikan begitu banyak masalah kesehatan yang tidak dapat diselesaikan oleh satu profesi, satu keilmuan, dan satu manusia saja.

    Keresahan ini bersambut saat ia terpilih menjadi salah satu penerima Platinum Scholarship Global Health True Leaders 2.0 yang diadakan oleh Indonesia One Health University Network (INDOHUN), sebuah kegiatan yang mengusung kolaborasi dan kepemimpinan di bidang kesehatan. Momen ini menjadi titik terang yang mengenalkannya lebih dekat pada potensi kolaborasi interprofesi untuk menjawab tantangan kesehatan yang ada. Bergabung dengan Pencerah Nusantara menjadi visi yang ia percaya mampu menjadi wadah untuk ia berkontribusi mewujudkan Indonesia yang lebih baik.

  • Arif Sujagat

    Akrab disapa Jagat, pemuda yang berasal dari Bima, Nusa Tenggara Barat ini merupakan alumni kebanggaan FKM Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Selepas masa pendidikan, Jagat menjalani penugasan dari Kementerian Kesehatan RI sebagai Nusantara Sehat (NS) Team Based padatahun 2015-2017 di Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. Daerah ini merupakan daerah tertinggal diperbatasan Indonesia dengan Filipina. Selama masa pengabdiannya, ia membantu peningkatan akses pelayanan kesehatan dan merasakan realita disparitas dipelosok nusantara.

    Selepas purna bakti NS, ia kembali bergerak dan mendedikasikan abdinya sebagai Pencerah Nusantara Angkatan VI. Pemuda kelahiran 03 April 1993 ini gemar membaca jurnal kesehatan di waktu luangnya. Ia akan fokus dalam membantu penguatan manajemen Puskesmas, pemantapan kemitraan dan pemberdayaan local champion dilokasi penugasan barunya. Dengan kegigihannya yang tinggi, ia berharap untuk mampu memercikan lentera perubahan dalam penguatan pelayanan kesehatan primer.

  • Selvia Harum Sari

    Selvi, begitu ia disapa, merupakan seorang perawat yang berasal dari Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Semasa menjalani pendidikan di Universitas Lambung Mangkurat (ULM), pemudi kelahiran 08 Januari 1994 ini aktif dalam organisasi kemahasiswaan yaitu KSI Asy Syifa, HIMA, dan BEM FK ULM. Wanita yang gemar membaca dan mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat ini menjadi lulusan terbaik di program studinya pada tahun 2015. Tahun 2017, ia berkesempatan mengikuti Riset Ketenagaan di Bidang Kesehatan sebagai Penanggung Jawab Teknis (PJT) Kabupaten Kotabaru.

    Pengalaman ini membuka wawasannya terhadap potret fasilitas kesehatan di daerah perifer dan menjadikannya merasa bertanggung jawab untuk membuat sebuah perubahan. Berbekal keberanian dan kompetensi yang dimilikinya, ia memilih Pencerah Nusantara (PN), sebuah program yang memiliki visi dan misi dalam meningkatkan layanan kesehatan primer. Selvi percaya PN merupakan wadah yang tepat untuk berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sehat.

  • Nur Raihani

    Nur merupakan bidan yang berasal dari daerah timur Indonesia, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Wanita kelahiran Kefamenanu, 20 Juni 1996 ini memiliki misi untuk memberi manfaat bagi siapapun yang bersinggungan dengannya. Nur percaya bahwa peningkatan pembangunan kesehatan khususnya kesehatan ibu dan anak serta gizi di Indonesia merupakan tanggung jawab seluruh pihak, khususnya pemuda. Berangkat dari kegelisahannya akan kondisi masyarakat Indonesia saat ini, Nur merasa bertanggung jawab untuk memberikan setitik perubahan.

    Semasa menjalani pendidikan di Akademi Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Kupang, Nur tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Jurusan dan organisasi kemanusiaan Palang Merah Indonesia. Ia juga menginisiasi kegiatan kemanusiaan berbasis pendidikan kesehatan, yaitu “Jendela Ilmu Pulau Kera“ bersama Bidan Inisiator NTT. Kegitan ini semakinmeyakinkan wanita yang tertarik pada dunia anak ini bahwa ia menemukan lingkaran positif dengan meleburkan diri dalam berbagai organisasi. Hal ini lah yang menjadikan Nur terlibat dalam Pencerah Nusantara. Sejalan dengan visi dan misi Pencerah Nusantara dalam meningkatkan layanan kesehatan primer dan dengan berbekal ketangguhan dan kompetensi yang dimiliki, Nur bertekad untuk fokus pada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak di lokasi penempatannya nanti.