Dalam penilaian seleksi Pencerah Nusantara, jawaban esai menjadi salah satu kunci yang akan membawa kamu lolos menuju tahap seleksi Pencerah Nusantara selanjutnya. Namun, seringkali peserta seleksi lupa bahwa menjawab esai Pencerah Nusantara tidak sama dengan menjawab esai ujian sekolah. Beberapa kesalahan yang sering terlihat dalam esai peserta seleksi diantaranya tidak memberi jawaban yang menjelaskan, tidak mengoptimalkan keberadaan data, jawaban tidak relevan dengan isu kesehatan bahkan pengejaan dan tata bahasa yang berantakan.

Sebenarnya bagaimana sih menulis jawaban esai yang baik dan bisa diterima oleh Pencerah Nusantara? Apakah harus menyertakan data? Apakah jawaban harus dalam Bahasa Inggris? Yuk kita simak lima tips berikut agar jawaban esai kamu bisa membawamu tembus ke seleksi tahap II Pencerah Nusantara!

1. Baca Pertanyaan Esai Baik-baik

Mungkin kamu berpikir bahwa pertanyaan esai Pencerah Nusantara dari tahun ke tahun selalu sama. Sayangnya, anggapan kamu kurang tepat. Setiap tahunnya, Pencerah Nusantara selalu melakukan penyesuaian dalam setiap pertanyaan agar sesuai dengan konteks pengembangan program yang akan dilaksanakan di lapangan. Sangat penting bagi peserta untuk membaca pertanyaan baik-baik agar mampu mengembangkan jawaban yang sesuai dengan harapan panitia seleksi. Panitia akan mulai menilai apakah peserta memiliki karakter yang dicari oleh panitia.

2. Riset dan Data adalah Kunci Emas menuju Keberhasilan

Berkecimpung dalam sektor kesehatan berarti kamu harus familiar dengan riset dan data. Dalam setiap intervensi kesehatan, keberadaan hasil riset dan data akan memperkaya wawasan dalam proses pengambilan keputusan serta memperkuat intervensi yang harapannya mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Jika kamu menggunakan data dari kementerian, lembaga statistik, maupun organisasi internasional, maka kamu sudah menunjukkan bahwa kamu memahami data mana yang dapat dijadikan sebagai acuan atau referensi. Keberadaan hasil riset dan data juga akan memperkaya jawaban esai yang kamu berikan sehingga jawaban esai kamu berdasarkan bukti dan bukan berdasarkan insting semata.

3. Sentuhan Personal

Pengalaman adalah guru yang terbaik. Begitu juga dalam seleksi Pencerah Nusantara, khususnya dalam menjawab esai. Jika kamu adalah seorang bidan yang pernah membantu persalinan ibu hamil di daerah pedalaman dimana akses listrik hanya 6 jam sehari, atau jika kamu adalah seorang pemerhati kesehatan yang tergerak untuk membangun kebun gizi di masyarakat karena kasus malnutrisi yang tinggi, pengalaman tersebut harus dioptimalkan sebagai nilai tambah agar esai kamu lebih menonjol dibanding peserta lainnya. Terlebih lagi, jika pengalaman ini menjadi penggerak (drive) yang membuat kamu mengambil keputusan bulat untuk mengabdi di sektor kesehatan. Selain menjadi nilai tambah, pengalaman pribadi ini nantinya akan menjadi faktor penentu pada saat dua atau lebih peserta memiliki nilai yang sama tinggi.

4. Gunakan Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar

Penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar tentunya akan mempermudah pembaca esai untuk memahami pesan yang kamu ingin sampaikan. Selain itu, penggunaan Bahasa Indonesia yang baik akan mendukung pelaksanaan program di daerah penempatan ketika kamu terpilih sebagai tim Pencerah Nusantara.

5. Panjang Pendek Jawaban Terserah Kamu, tapi...

Harus menjawab pertanyaan. Seringkali peserta memberikan jawaban yang panjang namun tidak menjawab pertanyaan yang diajukan atau tidak sesuai dengan situasi dan kondisi pembangunan kesehatan Indonesia saat ini. Beberapa peserta juga sering lupa bahwa jawaban yang singkat, padat dan tepat sasaran selalu lebih baik karena kamu dianggap mampu memberikan gambaran yang lebih jelas dan terstruktur tentang wawasan yang kamu miliki secara efektif dan efisien.

Jika kamu merasa belum mengaplikasikan tips-tips penulisan esai di atas, kamu belum telat untuk mencobanya karena pendaftaran Pencerah Nusantara masih dibuka hingga 1 Desember 2017. Yuk cepat daftarkan dirimu di www.pencerahnusantara.org.