Poster-poster buatan warga yang tersebar di gang-gang di Kelurahan Arjuna, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung. (Dok: Tim Pencerah Nusantara COVID-19)

Kaleng cat bekas yang dilukis apik, plus sabun dan kran air, menyambut siapa pun yang melintas di Kampung Tangguh Kelurahan Arjuna, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung. Tembok dengan aneka rupa grafiti ikut memeriahkan suasana.

"Ayo, cuci tangan, hayu sami-sami ngajagi kabersihan (red: ayo bersama- sama menjaga kebersihan)", juga "Hayu pakai masker!", tulisan di tembok-tembok kampung ini. Semua menyerukan agar waspada Covid-19 dengan lukisan grafiti yang menarik pandangan.

Begitulah sepenggal semarak kreativitas di kelurahan ini. Sejak Rabu pagi (24/6) tampak geliat tim kreatif beranggotakan Bapak-bapak berjiwa seni tinggi memegang kuas dan cat minyak. Mereka antusias mengambil peran dalam promosi kesehatan pencegahan penularan COVID-19 setelah dilaksanakannya Launching Kampung Tangguh Arjuna.

“Walaupun seniman jalanan lagi sepi pekerjaan, kita masih bisa bermanfaat selama pandemi,” ujar Pak Yanto, Koordinator Bidang Informasi Kampung Tangguh yang bertanggung jawab menggerakkan tim kreatif.

Selain itu sebagai kelompok anak muda, karang taruna merancang desain poster pencegahan COVID-19 dan membagikan leaflet kepada warga sehingga warga mengenal bahaya, cara penularan, dan upaya pencegahan COVID-19 yang ditempelkan di sudut-sudut jalanan pintu masuk, seperti “Panduan Membersihkan Selama Masa Pandemi” dan “Panduan Masuk Rumah Selama Masa Pandemi.”

Ketua-ketua RT tidak mau kalah semangat. Mereka tidak henti-hentinya membagikan masker yang diperoleh dari donasi banyak pihak. Masker tersebut dibagikan kepada warga yang keluar rumah, lupa, atau enggan menggunakan masker sambil mengedukasi pentingnya menggunakan masker untuk menghindari penularan COVID-19 melalui percikan air ludah atau droplet. Tidak lupa mereka menjadi role model yang selalu mematuhi protokol kesehatan untuk warganya.

Dapur Umum

Tim PN COVID-19 bekerja sama membangun Kampung Tangguh bersama warga setempat untuk menghadapi COVID-19. (Sumber: Dok. Pencerah Nusantara)

Tak ketinggalan, bahkan sebelum dilaksanakan launching Kampung Tangguh, ibu kader posyandu dan forum PKK berpartisipasi membuat dapur umum sebagai tempat memasak makanan bersama yang akan dibagikan kepada warga yang terdampak COVID-19. Karang taruna membantu mendirikan tenda.

Warga yang membutuhkan akan menerima hasil masakan berupa nasi bungkus yang setiap hari dibagikan ke RW berbeda. “Dapur umum membuktikan kepedulian masyarakat Arjuna selama pandemi masih sangat tinggi, semua pihak bekerja sama agar rencana ini terwujud, sehingga dapur umum menjadi kebanggaan kita semua,” jelas Bu Nike, Ketua PKK Kampung Tangguh Arjuna.

Bantuan logistik pun diberikan oleh para Ketua RT dan Ketua RW bagi warga yang harus melakukan isolasi mandiri. Ada juga tetangga yang berinisiatif memberikan makanan. Karang taruna bersama tokoh masyarakat memantau lingkungan untuk membubarkan warga yang berkerumun dan mengingatkan warga untuk tidak berkumpul saat kondisi pandemi berlangsung.

Pertemuan-pertemuan warga bersama linmas Kelurahan Arjuna juga menerapkan kaidah protokol kesehatan yang mengedepankan jaga jarak minimal satu meter dan penggunaan masker saat memerlukan koordinasi bersama. 

Walaupun pemberdayaan masyarakat dalam Kampung Tangguh Arjuna tampak begitu semarak, jangan kira mereka menggelontorkan banyak dana dalam program ini. Sumber dana berasal dari urunan masyarakat setempat sehingga harus dimaksimalkan dengan sekreatif mungkin.

Upaya tersebut diharapkan menarik minat masyarakat agar mengikuti protokol kesehatan. Sebab, mereka sadar memberdayakan masyarakat sendiri agar saling mengingatkan merupakan upaya meningkatkan nilai Kampung Tangguh. 

Kampung Tangguh Arjuna yang begitu apik dan berdaya ini tidak terlepas dari dukungan berbagai lintas sektor, termasuk UPT Puskesmas Pasir Kaliki selaku fasilitas kesehatan primer di Kelurahan Arjuna sangat mendukung inovasi yang menarik agar lebih efektif mencegah penularan COVID-19.

Kepala Puskesmas UPT Puskesmas dan Tim Pencerah Nusantara COVID-19 (PN COVID-19) pun menandatangani komitmen keikutsertaan membangun Kampung ini sebagai dukungan mencegah penyebaran di wilayah Kecamatan Cicendo.

“Kami harap Kampung Tangguh bukan hanya Tangguh untuk penanggulangan dampak ekonomi pandemi corona ini, namun juga berdaya dalam kesehatan dan pencegahan kasus Covid di wilayah kami.

Kami berharap adanya tim Pencerah Nusantara (disingkat PN: red) di Kelurahan Arjuna dapat menggerakkan elemen masyarakat mencegah penularan virus Corona,” jelas Pak Hendi, Ketua RW 05 selaku ketua Kampung Tangguh Kelurahan Arjuna ketika diwawancara oleh Tim PN COVID-19 Penempatan Kecamatan Cicendo.

Tentang Pencerah Nusantara COVID-19

Pencerah Nusantara adalah inovasi untuk mengurangi kesenjangan pelayanan publik di bidang kesehatan untuk mewujudkan Indonesia sehat dan sejahtera. Pencerah Nusantara adalah gerakan penguatan pelayanan kesehatan primer (puskesmas) yang terdiri dari tim pemuda multi-profesi kesehatan yang ditempatkan di puskesmas dengan masalah kesehatan untuk bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan. Pencerah Nusantara COVID-19 hadir membantu puskesmas di wilayah Jakarta dan Bandung dan menguatkan puskesmas menghadapi pandemi COVID-19 selama periode enam bulan penempatan. Sejak tahun 2015, model intervensi puskesmas berbasis Tim Pencerah Nusantara diadopsi Kementerian Kesehatan sebagai Nusantara Sehat. 

Penulis:

Zesty Fitri Dyanda (Perawat)

Pencerah Nusantara COVID-19 Kecamatan Cicendo, Kota Bandung