Waktu para peserta Seleksi Tahap II Pencerah Nusantara di Minggu pagi tanggal 8 Juli 2012 diisi oleh sesi diskusi bersama Prof. Hasbullah Thabrany, MD, PhD dengan tema pembiayaan kesehatan. Prof. Hasbullah adalah seorang guru besar dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, dan merupakan salah satu penyusun RUU BPJS.

Diskusi melebar mengenai kesehatan secara umum, hingga ke apa yang harus diharapkan para dokter dan tenaga kesehatan lainnya jika ditempatkan di daerah. "Expect the unexpected.", ujar Prof. Hasbullah. Prof. Hasbullah juga menyoroti mengenai angka kematian ibu. "Angka kematian ibu tinggi, angka kematian anak tinggi, karena akses ke pelayanan kesehatan sulit, tarif tinggi.", ujarnya. Beliau yakin, jika akses ke layanan kesehatan dan pendidikan ibu dibenahi, angka kematian pasti turun.

Prof. Hasbullah juga menyoroti masalah minimnya anggaran pemerintah untuk kesehatan. "Saat ini anggaran untuk Kemenkes itu hanya 1,98%, bahkan 2 % saja tidak sampai.". Padahal, ujarnya lagi, anggaran-anggaran negara lain yang pelayanan kesehatannya sudah baik mencapai 5-6%. Berhubungan dengan ini, Prof. Hasbullah juga mempertanyakan bagaimana kesejahteraan para dokter dan tenaga kesehatan lainnya yang dibayar rendah oleh jaminan kesehatan pemerintah. Seorang peserta yang saat ini masih bertugas di Puskesmas pun mengamini perkataan Prof. Hasbullah. "Yang ingin kita kembangkan adalah asuransi kesehatan bagi setiap orang, tapi tenaga medis dan paramedis harus dibayar profesional", ujar Prof. Hasbullah. Sungguh suatu sesi diskusi yang berhasil membuka wawasan dan semangat para peserta untuk mewujudkan jaminan kesehatan bagi semua rakyat Indonesia.