Masa remaja (usia 10-19 tahun) adalah masa di mana usia anak segera beranjak ke masa dengan banyak perubahan yang akan terjadi. Seperti akan hadirnya masa Pubertas dan perubahan-perubahan fisik atau mental pada remaja. Hal-hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah, informasi-informasi penting tentang hal-hal yang sudah seharusnya diketahui oleh remaja, seperti kesehatan reproduksi, kesehatan mental, tentang NAPZA, Infeksi Menular Seksual (IMS), gizi remaja, dan masih banyak lagi. Semua hal tersebut adalah poin-poin penting untuk remaja ketahui agar bisa tumbuh dan sehat, baik secara fisik maupun mental. Pertumbuhan dan perkembangan remaja akan terhambat jika masalah kesehatan muncul, untuk itu sangat perlu bagi remaja membekali diri dengan pengetahuan-pengetahuan tersebut.

Apa jadinya jika anak yang segera masuk usia remaja tidak mengetahui informasi-informasi di atas? Banyak hal tidak diinginkan akan terjadi. Untuk itu, sangat penting bagi remaja agar segera mengetahuinya. Pengetahuan ini akan menjadi sangat penting bagi remaja, tidak hanya untuk masa sekarang, namun juga untuk kebutuhan di masa yang akan datang. Untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan di atas, perlu dibentuk sebuah forum atau komunitas bagi remaja untuk sama-sama belajar dan berbagi.

Atas semangat inilah, Puskesmas Pencerah Remaja (PPR) muncul, yaitu sebuah komunitas remaja sekolah yang dibina oleh Puskesmas Onembute Kabupaten Konawe bersama Pencerah Nusantara untuk menjadi sebuah wadah berbagi ilmu dan pengetahuan, membangun kesadaran bagi remaja untuk peduli kesehatan dan isu-isu kesehatan remaja. Selain itu, gerakan ini juga dilatarbelakangi oleh hasil survei Pencerah Nusantara yang menunjukkan bahwa, sebesar 54,7% siswa tidak pernah mendapatkan pengetahuan tentang kesehatan reporduksi dan NAPZA. Siswa yang menyatakan bahwa di sekolahnya tidak ada peer educator sebanyak 53,3%. Lebih dari 61% siswa menyatakan bahwa tidak pernah membaca artikel di surat kabar atau online tentang perkawinan dini, NAPZA, pencegahan kehamilan, HIV/AIDS dan IMS. Berikut tentang rokok, didapat sebanyak 78,9% siswa melihat orang tuanya merokok dan 63,5% melihat teman dekat merokok. Berdasarkan data tersebut dapat diketahui bahwa siswa-siswa tersebut rentan terpapar bahaya rokok. Didapatkan pula data mengenai usia pertama merokok <18 tahun sebanyak 42,9%. Penyebab terbesar siswa tersebut merokok adalah karena penasaran. Siswa rentan untuk menjadi perokok juga karena sebesar 58,7% menyatakan tidak pernah berdiskusi tentang bahaya rokok.

Kegiatan pembinaan ini dilakukan tiap dua minggu sekali di beberapa tempat yang telah disepakati. Komunitas ini diikuti oleh 3 sekolah, yaitu SMP 1, SMP 2 dan MTS Mujahidin yang terletak di wilayah kecamatan Onembute. Kurang lebih masing-masing 15 siswa dari tiap sekolah berkumpul dan mendapat pembinaan dari Puskesmas. Setelah mendapat pengetahuan baru lewat kegiatan pembinaan, maka siswa-siswi tersebut bertanggungjawab untuk menyampaikan informasi kesehatan tersebut kepada teman-temannya di sekolah masing-masing lewat kegiatan KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi), dll.

Seperti kegiatan yang dilakukan pada hari Sabtu sore tanggal 14 Juli yang lalu, siswa-siswi dari ketiga sekolah berkumpul dan berdiskusi tentang “Kesehatan dan Remaja” di bilangan sekolah MTS Mujahidin. Saat itu dua materi dilahap bersama-sama di bawah langit sore di sebuah lapangan voli. Tujuan dari diskusi hari itu adalah, untuk merefresh kembali kenapa remaja harus tahu dan paham tentang isu-isu kesehatan remaja dan mengapa pula sebuah komunitas sebagai wadah berbagi ilmu positif harus ada di sekitar mereka. Kegiatan sore itu dilengkapi dengan diskusi dan sharing tentang “Pentingnya Berorganisasi bagi Remaja” yang dibawakan langsung oleh Pencerah Nusantara. Diskusi berlangsung santai. Beberapa anak sudah sangat berani menyampaikan pendapat, namun beberapa anak lainnya masih perlu diarahkan. Belajar diskusi dan mengeluarkan pendapat adalah satu poin penting dalam komunitas ini. Diskusi berlangsung dengan pembagian kelompok besar dan kelompok kecil. Setelah kurang lebih 2 jam berbagi pemahaman, diskusi diakhiri dengan sebuah tugas pembuatan rencana kegiatan lanjutan dan kesepakatan pertemuan selanjutnya yang direncanakan akan diadakan di SMP 1 Onembute.


Penulis : Bintang Kasih Yanti (Pencerah Nusantara Konawe, Puskesmas Onembute Kab. Konawe, Sulawesi Tenggara)