Bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional pada tanggal 20 Mei, inilah saatnya bagi kita sebagai generasi millenial untuk ikut ambil peran dalam kemajuan dan pembangunan nasional. Hari Kebangkitan Nasional tidak terlepas dari perjuangan kaum pelajar yang menginginkan Indonesia menjadi bangsa yang besar dan disegani. Tidak hanya menang dengan sumber daya alam yang melimpah, tetapi juga didukung dengan sumber daya manusia yang kompeten, berkualitas dan berempati.

Bercermin pada landasan awal lahirnya kebangkitan nasional, CISDI berkomitmen melalui program-programnya menyasar pemuda sebagai agen perubahan. CISDI mengirimkan pemuda berprofesi tenaga kesehatan profesional untuk berkontribusi dalam reformasi pembangunan melalui program Pencerah Nusantara. Program ini berfokus pada pemerataan akses kesehatan di daerah-daerah bermasalah kesehatan. Kepedulian yang ditunjukkan oleh generasi millenial sebagai agen perubahan, diharapkan dapat mendorong apa yang Presiden Joko Widodo usung sebagai “revolusi mental”, menuju Indonesia yang lebih baik. Revolusi mental ini menyasar moralitas publik dan kaum terpelajarlah yang menjadi penggerak dan pengawas paling efektif.

Sebanyak 145 pemuda telah turut andil sebagai agen perubahan dan telah menyelesaikan pengabdian sebagai Pencerah Nusantara. Saat ini, 50 pemuda lainnya tengah berjuang di 9 lokasi penempatan dengan misi utama yaitu meningkatkan kesehatan ibu dan anak serta meningkatkan status gizi masyarakat. Mereka tidak hanya mengabdikan dirinya dalam misi kemanusiaan di berbagai belahan Nusantara. Tidak hanya sekedar wacana tapi mereka beraksi dan mengurai benang kusut permasalahan kesehatan di masing-masing penempatan.

Kebangkitan nasional juga didasari dari semangat dan cita-cita untuk mengentaskan kesenjangan dalam diri bangsa. Penyetaraan akses sosial tidak hanya diperlukan dalam mengentaskan kesenjangan ekonomi, tetapi juga dalam hal pendidikan dan kesehatan. Oleh karena itu, inilah saatnya kita, generasi millenial, bangkit dan tunjukan bahwa bangsa ini disatukan dengan cita-cita dan cinta pada Ibu Pertiwi. Bukan dengan segrerasi dan disintegrasi atas dasar apapun. Mari kita jadikan Hari Kebangkitan Nasional bukan hanya seremonial semata, tapi renungan atas  apa yang telah kita berikan pada bangsa ini.  


Penulis : Anadiya Riharsya