Tanggal 27 Oktober lalu, 32 orang putra-putri bangsa resmi dilantik menjadi Angkatan Pertama Pencerah Nusantara.  Malam itu dibuka dengan pembekalan akhir oleh Bapak Arief Rachman, di Kantor Utusan Khusus Presidn RI untuk MDGs, di Jl. Teuku Umar. Pelantikan kemudian dimulai, dimana secara khidmat setiap orang satu persatu disemat oleh Prof. Nila Moeloek, tanda simbolis bahwa mereka resmi menjadi Pencerah Nusantara.  Sumpah Pemuda dikumandangkan dengan lantang,  sumpah untuk mengabdi kepada Ibu Pertiwi demi memajukan kesejahteraan bangsa.

Tanggal 28 Oktober, bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda, tim Pencerah Nusantara siap berangkat. Dari Subuh mereka sudah bersiap di Bandara Soekarno Hatta, dimana tim Berau menjadi tim yang pertama berangkat. Tim Berau terdiri dari Shafhan Dustur (Dokter Umum), Rizqi Amelia (Bidan), Bambang Murdiono (Pemerhati Kesehatan), dan Elys Indrayani (Perawat). Kesedihan tampak di wajah setiap PN, yang akhirnya harus berpisah setelah 7 minggu menghabiskan hari-harinya bersama menjalani Pelatihan di Jakarta dan di Bandung.  Tali kekeluargaan sudah terjalin diantara mereka. Namun, semua yakin dengan dengan komitmen yang dirumuskan bersama: 

“Siap Membaktikan diri untuk optimalkan pelayanan kesehatan primer berbasis pemberdayaan masyarakat menuju Indonesia lebih cerah”.

Tim berikut yang berangkat adalah tim Karawang, yaitu Stefani Christanti (Dokter Umum), Sindy Shabrina (Bidan), Rahmad Aji Prasetya (Pemerhati Kesehatan), dan Zuniatmi (Perawat). Kemudian menyusul Tim Pasuruan dengan Hafiidhaturrahmah (Dokter Umum), Fairuziana Humam (Pemerhati Kesehatan), Feny Mariantika (Bidan), Naela Mustika (Perawat), dan Olivia Herlinda (Perawat). Tak lama kemudian giliran Tim Mentawai berangkat, beranggotakan Muhammad Riedha (Dokter Umum), Resti Zulhaijah (Bidan), Amriyatun (Perawat), Hasrina (Pemerhati Kesehatan), dan Vidia Nuarista (Pemerhati Kesehatan). Bandara pun semakin sepi ketika tim satu-persatu berangkat. Sore hari giliran tim Lindu dan tim Ogotua yang berangkat bersama-sama menuju Palu sebelum kemudian akan berpisah menuju Desa masing-masing. Tim Lindu terdiri dari A.A. Dwi Wulantari (Dokter Umum), Darsuna Mardhiah (Dokter Umum), Utri Kularia (Pemerhati Kesehatan), Oesman (Pemerhati Kesehatan),  dan Fitri Arkham (Perawat). Tim Ogotua terdiri dari Yurdhina Meilissa (Dokter Umum), Egi Abdul Wahid (Pemerhati Kesehatan), Intan Esaputri (Pemerhati Kesehatan), dan Putri Windajayanti (Bidan).

Tim Ende, dikarenakan keterbatasan transportasi menuju lokasi penempatan berangkat 2 hari setelahnya. Harika Putra (Dokter Umum), Nur Akbar Bahar (Pemerhati Kesehatan), Indriya Suciati (BIdan), dan Nurul Widyastuti (Perawat) berangkat pada tanggal 30 Oktober 2012, siap mengabdi di Pulau Ende.

Saat ini tim sudah lebih dari seminggu berada lokasi penempatan. Hubungan baik dengan Pemerintah Daerah dan masyarakat terus dijalin, untuk menyamakan visi, agar bisa bersama-sama bekerja untuk tujuan yang sama.  Needs Assessment tahap awal sedang dalam proses pelaksanaan, dan perlahan-lahan tim mulai beradaptasi dengan situasi dan kondisi yang berbeda-beda, dengan kendalanya masing-masing. Namun, tidak ada keluhan atau kata-kata penyesalan. Semua saling mendukung, dan setiap tim Pencerah Nusantara tampak masih memiliki semangat yang berapi-api, tidak teredam oleh kesulitan yang mungkin dihadapi. 

Semoga semangat itu terus berkobar hingga akhir masa pengabdian!