Mexico City, Mexico, 28 Oktober 2015 – Pencerah Nusantara, program inovatif berbasis komunitas yang melibatkan tenaga muda terpilih multi-profesi dan fokus pada penguatan layanan kesehatan primer di Indonesia, berhasil meraih ‘Silver Award’ (juara kedua) di tingkat global dalam Open Government Awards 2015, mengalahkan 30 negara lain yang turut berkompetisi. Penghargaan ini diberikan dalam rangkaian Open Government Partnership (OGP) Summit 2015, pertemuan puncak bianual untuk negara-negara anggota OGP, upaya global untuk membuat pemerintah lebih transparan, efektif, dan akuntabel.

Terobosan-terobosan untuk meningkatkan kesadaran dan status kesehatan masyarakat di tingkat akar rumput yang dilakukan melalui Pencerah Nusantara sangat relevan dengan tema 2015 Open Government Awards yaitu “Improving Public Services through Open Government”. Dalam presentasinya kepada segenap partisipan OGP Summit 2015, Diah S. Saminarsih, inisiator Pencerah Nusantara dan pendiri CISDI (Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives), institusi pengelola Pencerah Nusantara menekankan, “Layanan publik adalah titik paling strategis dimana pemerintah sebagai penyedia layanan dan warga secara nyata berinteraksi. Oleh sebab itu pemerintah perlu memastikan transparansi, akuntabilitas dan kehandalan format serta kualitas layanan tersebut. Walaupun Pencerah Nusantara tidak pernah didesain untuk memenangkan penghargaan apapun, kami bangga menerima penghargaan Open Government ini.  Karena itu artinya, 120 ribu orang yang hidup di 7 lokasi penugasan Pencerah Nusantara telah menerima layanan publik yang lebih berkualitas. ”

Hadir dalam OGP Summit 2015 sebagai Ketua Delegasi RI dan Menteri yang memimpin implementasi OGP di Indonesia, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Sofyan Djalil  menyampaikan bahwa OGP sejalan dengan kepentingan terbaik Indonesia. Layaknya cahaya matahari yang merupakan disinfektan terbaik, transparansi adalah salah satu metode terbaik untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan akuntabel. Dalam mewujudkannya, kemitraan yang erat dan setara antara pemerintah dengan organisasi masyarakat sipil perlu ditingkatkan. Indonesia saat ini sudah memiliki organisasi masyarakat sipil yang maju dan kuat, dan berpotensi positif mendukung perwujudan pemerintahan dan pelayanan publik yang lebih baik.

“Konsep Pencerah Nusantara sejalan dengan Nawa Cita untuk membangun Indonesia dari pinggiran, program ini telah diadopsi dan diimplementasikan oleh Pemerintah melalui Nusantara Sehat yang dikelola oleh Kementerian Kesehatan dan masuk dalam kegiatan prioritas nasional yang dilaporkan pelaksanaanya secara langsung kepada Presiden,” ungkap Deputi Kepala Staf Kepresidenan Bidang Kajian dan Pengelolaan Program Prioritas Yanuar Nugroho yang juga menghadiri OGP Summit 2015.

Penghargaan yang diberikan dalam ajang yang dihadiri lebih dari 3.000 partisipan dari pemerintah, organisasi masyarakat sipil, masyarakat dunia usaha dan insan pers dari 70 negara dalam pertemuan puncak di Mexico ini merefleksikan pengakuan dunia atas kerja keras mereka yang berjuang di balik layar untuk menjadikan pemerintahan lebih terbuka dan bertanggung jawab. Penghargaan ini juga menjadi insentif positif dan contoh sukses bagi lebih banyak pihak lainnya untuk turut melakukan reformasi di berbagai bidang di negara masing-masing.

Para pemenang dipilih melalui seleksi ketat yang melibatkan 23 juri internasional dari 19 negara yang merupakan perwakilan pemerintah, masyarakat sipil, pihak-pihak yang terjalin dalam kemitraan multilateral, serta komunitas swasta. Setiap aplikasi melalui sedikitnya 5 proses kajian oleh 5 juri yang berbeda, sebelum mendapatkan angka masing-masing.

“Kami bersyukur bahwa inisiatif Pencerah Nusantara berhasil meraih perhatian masyarakat internasional dan mendapat apresiasi yang baik. Semenjak pertama kali diinisiasi, fokus Pencerah Nusantara adalah untuk mendekatkan akses kepada masyarakat yang paling membutuhkan, membuka kesempatan untuk mencicipi perbaikan kualitas layanan kesehatan publik. Kerja keras kita terbukti tidak sia-sia,” cetus Anindita Sitepu, Direktur Program CISDI.

Udin Shaputra Malik, anggota tim Pencerah Nusantara Angkatan 3 yang telah menjalankan penugasannya di Puskesmas Tosari, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur dan turut hadir dalam upacara penghargaan dengan antusias mengungkapkan, “Penghargaan ini betul-betul memacu motivasi kami untuk berbuat lebih banyak bagi peningkatan kesehatan masyarakat di pedesaan dan daerah terpencil. Pencerah Nusantara akan terus memperjuangkan komitmennya untuk memperkuat layanan kesehatan primer di daerah-daerah tertinggal, dan ini merupakan kesempatan bagi kami untuk mengembangkan lebih banyak program promotif dan preventif untuk warga, dan terus mendorong pembenahan tata kelola Pusat Kesehatan Masyarakat yang lebih baik.”

Open Government Awards 2015 memberi penghargaan dalam beberapa kategori, yaitu: “Pemenang/Winners” kepada 3 negara dengan angka tertinggi, serta “Pemenang Regional/Regional Champions” yaitu negara dengan nilai tertinggi berdasarkan 4 regional dalam Open Government Partnership yaitu Afrika, Asia, Eropa dan Amerika.