Kecukupan gizi masih menjadi permasalahan kompleksdi Indonesia. Menurut Riskesdas 2018, asupan gizi ibu yang mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK) di Provinsi Sumatera Barat berada di bawah rata-rata angka kecukupan gizi. Asupan gizi yang rendah bisa jadi disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya keterbatasan akses untuk mendapatkan sayur dan buah sebagai sumber bahan pangan di Mentawai.  Berdasarkan data tersebut, tim Pencerah Nusantara mengaktifkan kembali program Kebun Gizi sebagai upaya intervensi gizi di Kecamatan Sikakap, Kabupaten Mentawai, Sumatera Barat.

“Kami, tim PN, melihat adanya keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan gizi di kalangan masyarakat Sikakap. Selain itu, faktor geografis menjadi hambatan sekaligus solusi. Kepulauan Mentawai yang terpisah dengan Pulau Sumatera ternyata memiliki kondisi tanah yang subur, sehingga sayur dan buah dapat ditanam dan menghasilkan sayur dan buah berkualitas baik” ujar Ilham, Alumni Pencerah Nusantara Lokasi Penempatan Mentawai.

Bermula dari kebun kecil yang ditanami sayur di belakang Puskesmas Sikakap, Kabupaten Mentawai, Sumatera Barat, tim Pencerah Nusantara menginisiasi program intervensi di bidang gizi bagi masyarakat di Kecamatan Sikakap. Inisiatif ini menjadi salah satu program unggulan intervensi gizi di lokasi penempatan tim Pencerah Nusantara.

Keterlibatan multi sektoral turut menjadi faktor terpenting yang menggerakkan program penghijauan kebun gizi di Mentawai. Tim Pencerah Nusantara bekerja sama dengan penyuluh pertanian, dinas kesehatan, serta NGO seperti CFK (Cipta Fondasi Komunitas) yang bergerak juga di ketahanan pangan, kader posyandu, tim penggerak PKK, dan perwakilan desa mengembangkan program Kebun Gizi untuk diimplementasikan sebagai pertanian organik skala rumah tangga.

Pengembangan program Kebun Gizi memiliki dampak positif dalam membangun kesadaran kesehatan masyarakat Mentawai. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan jumlah kunjungan Puskesmas Sikakap dalam kurun waktu tiga tahun. Selain itu, Kebun Gizi juga memperkuat pengembangan pangan lokal di Kecamatan Sikakap, Mentawai sehingga meningkatkan sumber ketahanan pangan.

Seiring dengan ketahanan pangan yang lebih kuat, Kader Posyandu di Desa Pumiagirat dan Mabolak, Bukkumonga turut berbahagia karena sumber pangan yang berkecukupan meningkatkan kualitas pemberian makanan tambahan. Pemberian Makanan Tambahan (PMT) tidak hanya diberikan kepada ibu hamil Kekurangan Energi Kronis (KEK) secara rutin setiap bulannya tetapi juga Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk anak sekolah di Kecamatan Sikakap.

Hal lain yang patut dibanggakan dari Kebun Gizi adalah kontribusi dalam sektor ekonomi. Dalam kurun waktu tiga tahun inisiasi program Kebun Gizi berlangsung, pasokan sayuran dan buah organik di Kecamatan Sikakap Mentawai dapat dijual ke masyarakat luar dan memberikan sumber makanan alternatif secara mandiri.

“Dengan diadopsinya program Kebun Gizi oleh pemerintah desa setempat, kami berharap keberlanjutan Kebun Gizi dapat dijaga oleh pemerintah desa dan masyarakat setempat sebagai sumber pangan berkualitas dan dapat berkontribusi pada peningkatan taraf ekonomi. Dengan demikian, masyarakat Sikakap mampu berkontribusi pada peningkatan kualitas SDM, sesuai dengan program prioritas Presiden Joko Widodo.” tutup Ilham.