Akreditasi puskesmas merupakan sebuah bentuk penilaian untuk mendorong peningkatan kinerja puskesmas dan melaksanakan tugas pelayanan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan Komisi Akreditasi. Di Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara, Puskesmas Onembute merupakan salah satu fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) yang sudah terakreditasi. Setelah Puskesmas Onembute, puskesmas di daerah lain turut termotivasi untuk turut mengajukan akreditasi.

Salah satunya adalah Puskesmas Kapoiala. Puskesmas yang terletak di dekat ibukota provinsi ini, melakukan kunjungan khusus untuk mempelajari lebih jauh pembinaan peningkatan mutu dan kinerja fasilitas kesehatan berbasis keselamatan pasien yang ada di Puskesmas Onembute. Pembinaan ini berdasarkan PMK No 46 Tahun 2015 yang sudah diatur oleh Kementerian Kesehatan RI.

Pada dasarnya, kegiatan kaji banding merupakan sebuah kesempatan belajar dan mencari informasi terkait pengelolaan dan pelaksanaan Puskesmas dari kedua belah pihak. Kegiatan kaji banding lebih banyak diwarnai dengan diskusi dan tanya jawab terkait persiapan akreditasi puskesmas di suatu wilayah. Momen ini menjadi kesempatan bagi para kelompok kerja untuk melakukan kajian terhadap poin-poin akreditasi secara lebih detil.

“Dalam melakukan kegiatan kaji banding, saya harap peserta selalu mengingat konsep ‘ATM’ yaitu Amati, Tiru dan Modifikasi. Sehingga, peserta tidak pulang dengan tangan kosong, tetapi sudah mendapat informasi dan ilmu baru yang dapat diterapkan di puskesmasnya dalam pelaksanaan persiapan kegiatan akreditasi,” ujar dr. Shelly, ketua kegiatan kaji banding. .

“Penerimaan dari Puskesmas Onembute sangat baik, banyak ilmu baru yang kami dapatkan selama kaji banding terutama untuk persiapan akreditasi kami “ tutur dr. Masuri, dokter umum di Puskesmas Kapoiala.

Puskesmas Onembute yang sudah terakreditasi Madya menjadi salah satu tujuan kaji banding puskesmas lain di Konawe. Pencerah Nusantara Konawe sejak angkatan 4, 5 hingga angkatan 6 sekarang, banyak berkontribusi dalam persiapan akreditasi, proses akreditasi hingga saat ini pasca akreditasi di Puskesmas Onembute.

Ragam temuan yang didapat dari hasil kaji banding, menjadi pembelajaran luar biasa bagi para peserta. Para pegawai puskesmas tidak terbatas usia masih dengan sangat semangat untuk belajar mengenai manajemen puskesmas. Seluruh peserta kaji banding sangat antusias dalam menjalankan kegiatan kaji banding. Bagi Puskesmas Onembute, kegiatan ini merupakan sebuah langkah evaluasi  untuk mempersiapkan rangkaian kegiatan Re-Akreditasi di tahun 2020 mendatang. “Kami harap kedepannya, kerja sama tidak hanya terjalin untuk urusan akreditasi. Kami harus tetap berkolaborasi sebagai upaya untuk memperkuat pelayanan di masing-masing wilayah kerja, pembenahan sistem, dan peningkatan mutu pelayanan kesehatan,” tambah Abdul, Kepala Puskesmas Kapoiala.

 

Ditulis oleh dr. Shelly Silvia Bintang