“Desa Siaga, berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 564/MENKES/SK/VI II/2006, tentang Pedoman Pelaksanaan Pengembangan Desa Siaga, adalah desa yang penduduknya memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan serta kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalah-masalah kesehatan, bencana dan kegawatdaruratan kesehatan secara mandiri. Desa Siaga adalah suatu konsep peran serta dan pemberdayaan masyarakat di tingkat desa, disertai dengan pengembangan kesiagaan dan kesiapan masyarakat untuk memelihara kesehatannya secara mandiri.

Pada hari Jumat (16/09/2016) lalu, Masyarakat Gampoeng Paya Dapur, Kluet Timur, Aceh Selatan, melakukan kegiatan gotong royong untuk membersihkan kawasan Masjid Makmur Gampoeng Paya Dapur. Kegiatan dilaksanakan di lokasi yang bersebelahan dengan Puskesmas Kluet Timur, di mana keberadaannya juga merupakan titik utama kegiatan warga lokal. Puskesmas Kluet Timur menjadi pelopor dari kegiatan ini yang bertujuan untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan, maka pelaksanaannya diadakan setiap hari Jumat. Warga akan melaksanakan kegiatan ini di Gampoeng-gampoeng dalam wilayah kerja Puskesmas Kluet Timur secara bergantian. Gotong royong ini pun didukung oleh para lintas sektor seperti Camat Kluet Timur, Koramil 13 Ranting 14 Kluet Timur, Polsek Kec. Kluet Timur, KUA Kec. Kluet Timur, Keuchik Paya Dapur serta jajaran Tuha Peut, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan para Pemuda serta Tim Pencerah Nusantara Aceh Selatan. Keterlibatan lintas sektor diharapkan turut meningkatkan kebersihan dalam upaya menyukseskan Adipura di Kab. Aceh Selatan.

“Saya berharap masyarakat bisa terus menjaga kebersihan lingkungan di wilayah ini.”, himbau Rusdhalifah selaku Kepala Puskesmas Kluet Timur.

Lingkungan yang bersih juga akan mencegah pengembakbiakkan nyamuk Aedes Aeghypti sebagai penular penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Kasus DBD memang tidak ada di Wilayah kerja Puskesmas Kluet Timur, namun masyarakat tetap diharapkan waspada dengan selalu melakukan kegiatan 3M Plus (Menguras, Mengubur, Menutup, dan Mendaur ulang barang bekas). Oleh karena itu, dibentuklah kegiatan gotong royong ini karena dipercaya dapat mencegah penyakit tersebut.

Kegiatan gotong royong tersebut merupakan salah satu aktivitas dari Desa Siaga Aktif. Menurut Rusdhalifah, Desa Siaga Aktif ini memiliki potensi besar sebagai program utama, karena menjadi salah satu indikator pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) di bidang kesehatan. Hal ini sesuai pada Peraturan Menteri Kesehatan (permenkes) Republik Indonesia (RI) Nomor: 741/MENKES/PER/VII/2008 yang berisi tentang Desa Siaga Aktif merupakan layanan kepada masyarakat di bidang promosi kesehatan.

“Kami mencoba untuk menumbuhkan pemikiran pada warga bahwa mereka tidak hanya dilayani dalam pengobatan saja, tetapi juga mendapat informasi untuk upaya pencegahan agar tidak timbul kesakitan.”, ungkap Rusdhalifah. Rusdhalifah juga berharap Gampoeng Paya Dapur bisa menjadi pelopor Desa Siaga Aktif se-Kab. Aceh Selatan.


Penulis : (Shofia-Pencerah Nusantara Aceh Selatan)

Editor : Violita Febriana dan Hadassah Alexandria T.