CIREBON – Puskesmas Losari dan Pencerah Nusantara Cirebon mengajak sejumlah mahasiswa KKN (Kuliah Kerja Nyata, red.) dari Universitas Nahdlatul Ulama untuk bekerjasama menyebarluaskan informasi tentang penyakit campak dan akan diadakannya vaksinasi campak massal melalui gerakan “Ketuk 1000 Pintu” pada hari Kamis, 1 September 2016. Gerakan “Ketuk 1000 Pintu” merupakan sebuah gerakan kolaborasi antara Puskesmas Losari, Tim Pencerah Nusantara Cirebon dan para mahasiswa dalam rangka menindak lanjuti adanya penemuan campak di dua desa yang berada di wilayah kerja Puskesmas Losari Cirebon, yaitu Desa Ambulu dan Kalisari beberapa waktu yang lalu. Konsep sederhana berupa kunjungan dari rumah ke rumah sebagai alternatif cara penyebarluasan informasi pun ditempuh, demi meyakinkan warga agar mau membawa balitanya datang ke Posyandu untuk mendapat vaksinasi campak.

Campak atau yang dalam bahasa lokal disebut dengan ‘tampek’, adalah salah satu jenis penyakit yang disebabkan oleh virus dan seharusnya sudah bisa dieliminasi dengan sudah adanya vaksin campak. Namun sayangnya, seringkali orangtua masih ada yang tidak mau mengikutkan anaknya untuk imunisasi dengan berbagai alasan, seperti misalnya, takut anaknya menjadi demam. Oleh karenanya, penemuan campak pada saat ini masih banyak didapati di berbagai wilayah Indonesia, tidak hanya di Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon saja.

Untuk itulah, sekitar 40 mahasiswa/i KKN UNU yang ditempatkan di empat desa wilayah Kecamatan Losari berkomitmen untuk turut ikut membantu Puskesmas Losari dalam penanggulangan campak. Para mahasiswa/I berkumpul di Balai Desa Ambulu sejak pukul 07.30 WIB di wilayah tersebut. Acara ini dibuka dengan diisi sambutan dari pihak pemerintah desa, dosen pendamping mahasiswa, pemegang program imunisasi Puskesmas Losari dan dilanjut pengarahan kegiatan. Aksi mereka untuk turun menyusuri rumah warga pun dimulai pada pukul 08.00 hingga pukul 11.00 WIB, para mahasiswa bergerak dengan memakai ikat kepala bertuliskan “Ketuk 1000 Pintu” dan tidak ketinggalan, dengan membawa bekal semangat khas mahasiswanya.

Para mahasiswa terbagi menjadi dua kelompok besar, yaitu 1 kelompok untuk bergerak di Desa Ambulu, dan 1 kelompok bergerak di Desa Kalisari. Dalam 1 kelompok, mereka masih terbagi lagi menjadi beberapa tim (1 tim terdiri dari 2 orang) yang disebar di dusun yang berbeda untuk mendatangi rumah warga yang memiliki balita satu persatu. Secara bergantian dengan teman satu timnya, mereka menjelaskan secara singkat apa itu 'tampek', gejala, dampak, pencegahan hingga berujung pada himbauan untuk datang ke posyandu dan mengikuti vaksinasi pada hari Jum’at (2 September 2016) untuk Desa Ambulu dan Sabtu (3 September 2016) untuk Desa Kalisari.

'Tampek', ternyata sudah tak asing lagi bagi masyarakat Desa Ambulu dan Kalisari. Namun, yang sangat disayangkan, masyarakat banyak yang masih menganggap remeh penyakit ini. Penanganan khusus pun sering tidak dilakukan, karena masyarakat menganggap bahwa penderita akan sembuh sendiri, tanpa tahu pula bahwa penyakit ini akan begitu mudahnya menyebar ke orang-orang di sekitar. Padahal, campak dapat menular melalui udara (droplet)yang keluar pada saat penderita bersin atau berbicara dan melalui kontak langsung dari sekret hidung dan tenggorokan penderita campak. Tanpa adanya penanganan khusus, penyebaran virus akan terjadi dengan mudahnya, apalagi bila anak tetap dibiarkan bermain di luar bersama teman-temannya. Bila sudah begini, merupakan sebuah ketidak mustahilan penyakit ini akan berkembang menjadi wabah dan berubah status menjadi KLB (Kejadian Luar Biasa).

Pada gerakan ini, Puskesmas Losari- Mahasiswa/i KKN UNU - Pencerah Nusantara Cirebon mencoba untuk menyebarluaskan urgensi tentang dilakukannya vaksinasi campak, agar dampak berupa dapat menurunnya kualitas sumber daya manusia yang diakibatkan oleh campak dapat dicegah dengan segera. Muhammad Hakim, salah satu ketua kelompok KKN UNU, mengungkapkan bahwa mereka setuju untuk bergabung dengan gerakan ini karena dianggap bagus untuk menanggulangi agar balita yang sudah tidak terkena campak tidak terkena campak lagi dan yang belum terkena tidak akan terkena. “Lamun oyeg, keberkahan dapat. Kita bergerak dari pagi sampai jam segini ya nanti keberkahannya didapatkan sendiri. Jadilah seperti kedua tangan, jangan jadi seperti kedua telinga. Melihat keadaan yang seperti ini, yang hendaknya kita bergeraknya jangan sampai disuruh, tapi dengan sukarela. Harapannya dengan berpartisipasi dengan gerakan ini, mudah-mudahan kasus campak tidak terjadi kembali.”

Pemaparan panjang kepada Mahasiswa UNU tentang urgensi penanggulangan campak di Losari memang sudah disampaikan beberapa waktu sebelumnya oleh Tim Pencerah Nusantara, sehingga mereka mau bergabung dalam gerakan ini dengan sukarela. Sayangnya, berbeda dengan mereka yang sudah mendapat pemaparan, masih banyak masyarakat kita yang tidak tahu, bahwa akibat jangka panjang campak bisa berlanjut menjadi pneumonia(radang paru), terhambatnya tumbuh kembang anak, mengalami gizi buruk hingga mengalami kebutaan. Satu-satunya jalan pencegahan agar terhindar dari campak pada saat ini hanya ada satu, yaitu melalui imunisasi campak saat anak usia 9 bulan, 18 bulan dan 2 tahun serta ketika ada imunisasi campak massal. (un)


Sumber : Pencerah Nusantara Cirebon