Gambar 1. Desa di Kecamatan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat

Derajat kesehatan dipengaruhi oleh 4 faktor yaitu genetik, pelayanan kesehatan, perilaku, dan lingkungan, sebuah teori dari HL. Blum yang masih sangat relevan sampai saat ini. Masalah kesehatan lingkungan di Indonesia masih menjadi prioritas utama dan belum dapat diselesaikan secara tuntas. Hal ini serupa dengan kondisi di Poto Tano, daerah yang merupakan pintu gerbang utama Pulau Sumbawa. Menjaga lingkungan yang sehat merupakan upaya untuk mencegah penyakit dan/atau gangguan kesehatan dari faktor risiko lingkungan untuk mewujudkan kualitas lingkungan yang sehat baik dari aspek fisik, kimia, biologi, maupun sosial. Kualitas kesehatan berawal dari kesehatan lingkungannya yang ditentukan melalui pencapaian atau pemenuhan Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan dan Persyaratan Kesehatan.

Daerah Poto Tano merupakan daerah pesisir pantai dengan kondisi geografis yang sangat potensial untuk perkembangan vektor. Beberapa tahun belakangan ini banyak kasus penyakit berbasis lingkungan didapati di daerah ini, mulai dari diare, ISPA, Tuberculosis (TBC), bahkan Demam Berdarah Dengue (DBD). Bertahun-tahun masyarakat hidup dengan kondisi lingkungan yang kurang sehat, genangan air dipenuhi sampah yang terdapat di bawah rumah-rumah panggungpun dianggap wajar. Tak jarang genangan air ini menjadi tempat perindukan nyamuk yang merupakan hewan penyebab kematian tertinggi di dunia menurut WHO. Masyarakat beranggapan bahwa kondisi geografis di wilayah ini tidak dapat diubah, banyaknya lagun (kolam-kolam genangan air laut) menjadi faktor utama masalah kesehatan lingkungan masyarakat tersebut.

Pada pertengahan tahun 2017, tim Pencerah Nusantara beserta Puskesmas Poto Tano melakukan advokasi ke pihak desa dan pendekatan dengan masyarakat di wilayah lawang desa ini. Kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan terus kami tanamkan dan semangat terus kami tebarkan untuk memotivasi masyarakat bahwa kondisi geografis bukan menjadi alasan untuk tidak menjaga kebersihan lingkungan. Melalui sebuah gerakan masyarakat yang bertajuk “Gede Cilik (Gerakan Desa Cinta Lingkungan), upaya masyarakat dalam menciptakan perbaikan kesehatan lingkungan di wilayah Poto Tano mulai digiatkan. Kegiatan dalam gerakan ini terdiri dari :

  1. Buang air besar di jamban yang sehat
  2. Buang sampah pada tempatnya
  3. Liput (Lihat pungut sampah)
  4. Kerja bakti rutin tiap hari jumat
  5. Pengelolaan sampah dan limbah rumah tangga
  6. Pengelolaan air minum
  7. Pemberantasan sarang nyamuk

Saat ini desa Poto Tano menjadi salah satu target desa STBM, yaitu desa yang menerapkan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat. Dengan berjalannya gerakan ini, semoga wilayah ini dapat mencapai derajat kesehatan yang lebih baik dan terbebas dari penyakit berbasis lingkungan.  


Penulis: Ririh Citra Kumalasari, SKM (Tim Pencerah Nusantara Angkatan 5 Kabupaten Sumbawa Barat)