Diabetes Mellitus (DM) atau yang sering disebut dengan kencing manis diketahui sebagai suatu penyakit yang disebabkan oleh gangguan sistem metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein dalam tubuh. Gangguan metabolisme ini disebabkan oleh kurangnya produksi hormon insulin, yang diperlukan dalam proses pengubahan gula menjadi tenaga. Semakin hari, jumlah orang-orang dengan DM semakin banyak, tidak hanya pada usia tua, melainkan juga pada kelompok usia muda. Empat puluh tiga persen kematian akibat diabetes terdapat pada usia kurang dari 70 tahun.

Di dunia, diperkirakan 422 juta orang dewasa hidup dengan diabetes pada tahun 2014. Data dari World Health Organization (WHO) menunjukkan 80% penderita DM di dunia berasal dari negara berkembang, salah satunya adalah Indonesia. Di Indonesia, menurut Laporan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas 2013) prevalensi penderita DM pada tahun 2013 (2,1%) mengalami peningkatan dibandingkan pada tahun 2007 (1,1%). WHO memprediksi bahwa kenaikan jumlah orang yang terdiagnosa DM di Indonesia dari 8,4 juta pada tahun 2000 akan menjadi 12 juta pada tahun 2030. 

Kenaikan tren insiden DM juga dirasakan di Nusa Tenggara Barat. Data pelayanan di Puskesmas Poto Tano menunjukan bahwa prevalensi DM meningkat setiap tahunnya. Pada tahun 2015, terdapat 14 orang terdiagnosis DM dan angka ini meningkat dua kali lipat pada tahun 2017. Peningkatan jumlah penderita DM yang terjadi secara konsisten menunjukkan bahwa penyakit DM merupakan masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian khusus dalam pelayanan kesehatan di masyarakat. 

DM

Pemahaman mengenai DM kepada masyarakat dirasa sangat penting. Penyakit ini tidak seperti penyakit batuk pilek yang hanya butuh beberapa kali pengobatan, melainkan seumur hidup. Pendampingan dan pemberian informasi yang adekuat kepada pasien perlu dilakukan untuk menghindari konsumsi obat yang tidak teratur dan menyebabkan gula darah tidak terkontrol. Gula darah tidak terkontrol akan menimbulkan komplikasi medis seperti hipertensi, kelainan pembuluh darah, tuli, buta, stroke, dan penyakit jantung koroner.

Oleh karena itu, Pencerah Nusantara bersama tenaga kesehatan  di Puskesmas Poto Tano gencar melakukan pemberian informasi kepada masyarakat bahwa DM dapat dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat. Bagi yang telah terdiagnosa DM, masyarakat diharuskan untuk selalu melakukan pemeriksaan dan mengontrol kadar gula darah dengan meminum obat secara rutin. Pemberian informasi yang diberikan kepada masyarakat biasanya berupa penyuluhan yang diperantarai dengan media, seperti pemutaran film pendek mengenai DM, infografis, dan presentasi slide dengan penyampaian dua arah. Hal ini ditujukan agar informasi yang diberikan lebih mudah dipahami oleh masyarakat. Selain itu, kegiatan pemberian informasi mengenai DM ini juga diselingi dengan senam kaki diabetik dan senam sehat Prolanis. Kegiatan ini diharapkan dapat menekan angka kejadian dan mengontrol kasus DM di Kecamatan Poto Tano.

Kegiatan ini selaras dengan program pengontrolan DM di tingkat dunia dan nasional. Salah satu usaha penurunan insiden PTM yang sedang dicanangkan pemerintah saat ini adalah Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). GERMAS merupakan gerakan nasional yang diprakarsai oleh Presiden RI yang mengedepankan upaya promotif dan preventif, tanpa mengesampingkan upaya kuratif-rehabilitatif dengan melibatkan seluruh komponen bangsa dalam memasyarakatkan paradigma sehat. Segala upaya dari berbagai pihak untuk meningkatkan kesadaran hidup sehat dan pengontrolan penyakit ini diharapkan dapat menurunkan angka kejadian DM dan komplikasinya.  

Penulis: dr. Dewi Sri Rahmani Dewi (Pencerah Nusantara V, Sumbawa Barat)

Editor: Aghnia Jolanda Putri