Keberadaan tenaga medis tradisional masih memiliki posisi yang kuat di mata sebagian besar masyarakat Indonesia. Tenaga medis tradisional dipercaya memiliki pengetahuan tentang penyembuhan alternatif bahkan pengetahuan secara spiritual, sehingga keluhan masyarakat dari mulai penyakit musiman hingga proses melahirkan pun tak luput dari pengawasan dukun. Menurut Profil Kesehatan Indonesia 2018, total tenaga medis tradisional di Indonesia mencapai 989. Jika dibandingkan dengan total tenaga medis profesional di Indonesia, angka tenaga medis tradisional kurang dari satu persen. Namun, tingkat kepercayaan masyarakat yang tinggi terhadap tenaga medis tradisional dibandingkan tenaga medis profesional masih menjadi tantangan dan catatan para tenaga medis profesional.

Tim Pencerah Nusantara yang ditempatkan di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, menyadari bahwa kehadiran dan peran dukun masih dipercaya sebagai ahli dalam menangani berbagai macam penyakit dan menjadi orang yang terpercaya untuk membantu kelahiran bayi. Selain karena kepercayaan masyarakat setempat, keberadaan dukun yang dekat dengan masyarakat memudahkan ibu hamil untuk memeriksakan kandungannya kepada dukun. Terlebih, biaya persalinan yang terjangkau oleh keluarga menjadi alasan lain dalam menggunakan jasa dukun dibandingkan tenaga medis profesional. Karenanya, praktik dan proses persalinan secara tradisional yang dibantu oleh dukun sangat umum dijumpai di Kabupaten Muara Enim. Sayangnya, praktik ini menandakan bahwa calon ibu tidak memiliki banyak pengetahuan terkait keselamatan ibu dan bayi. Ibu dan anggota keluarga lainnya juga tidak menyadari bahwa praktik persalinan secara tradisional dapat meningkatkan risiko bagi ibu dan bayi seperti komplikasi kehamilan karena hipertensi, keguguran, bahkan kematian pada bayi. Berdasarkan Survei Kesehatan Masyarakat 2016, kurang dari setengah populasi ibu hamil di Kabupaten Muara Enim memeriksakan kesehatan kandungannya dan konsultasi status kehamilannya ke tenaga medis profesional. Selain itu, hanya 1 dari 4 ibu hamil melakukan proses persalinan oleh tenaga medis profesional.

Melihat fakta dan data di lapangan, tim Pencerah Nusantara bersama Puskesmas Sukarami membentuk sebuah program yaitu Desa Sayang Ibu. Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan kesehatan ibu dan bayi melalui keterlibatan aktif dalam pengecekan kesehatan kehamilan secara rutin.

“Puskesmas Sukarami adalah salah satu puskesmas yang memiliki nilai SPM rendah. Namun, dengan adanya program ini sangat membantu meningkatkan pengetahuan seputar kesehatan ibu dan kehamilannya serta membantu mencapai indikator SPM terkait kesehatan ibu dan anak. Dari segi lintas sektor, program ini dapat menjadi pemersatu dan penghubung antara puskesmas dan lintas sektor lainnya baik itu di tingkat kecamatan maupun di tingkat desa” tutur Hamka, Kepala Desa Muara Lematang.

 Upaya intervensi tim Pencerah Nusantara dan Puskesmas Sukarami terbukti mampu meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan bayi di Kabupaten Muara Enim. Berdasarkan data Survei Kesehatan Masyarakat 2019, terdapat 7 dari 10 ibu hamil memeriksakan kehamilannya ke tenaga kesehatan profesional. Selain itu, lebih dari 60 persen ibu hamil memilih untuk melakukan proses persalinan oleh tenaga medis profesional di fasilitas kesehatan terdekat. Pencapaian lainnya adalah alokasi Dana Desa memberikan tunjangan persalinan sebesar Rp. 500.000,00 kepada ibu hamil yang menjadi sasaran Program Keluarga Harapan (PKH). Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Desa, Program Bupati 1 Desa 1 Ambulan juga sudah digalakkan untuk memberikan fasilitas bagi ibu hamil yang akan melahirkan dan perlu segera dibawa ke fasilitas kesehatan. Melalui program Desa Sayang Ibu, kesehatan ibu dan janin adalah tanggung jawab kita bersama.