Pencerah Nusantara terdiri dari anak-anak muda terpilih dari seluruh Indonesia yang berprofesi sebagai tenaga kesehatan dari mulai dokter, perawat, bidan, ahli kesehatan masyarakat, ahli gizi, bahkan profesi non-medis seperti sosiolog, ahli hukum, dan psikolog. Mereka bertugas selama satu tahun di berbagai daerah di Indonesia dan memperkuat kualitas kesehatan masyarakat, termasuk kesehatan remaja.

Hadir sebagai tenaga kesehatan profesional, Tim Pencerah Nusantara juga bergiat mengatasi persoalan kesehatan remaja di daerah-daerah terpencil. (Sumber Gambar: Pencerah Nusantara) 

Kesehatan remaja menjadi persoalan yang sangat penting untuk diketahui oleh remaja. Ini karena perilaku hidup sehat semenjak remaja akan menjadi dasar perilaku pada tahapan kehidupan selanjutnya. WHO dalam catatannya menyatakan bahwa remaja adalah kelompok usia 10-19 tahun. Sementara itu, Kemenkes  RI menyatakan kategori remaja berada pada rentang usia 10-18 tahun. UNICEF mencatat bahwa 16% populasi manusia hari ini tergolong dalam rentang usia remaja.

Meskipun tergolong dalam tingkat populasi yang besar, remaja kerap kali mengalami kesulitan mengidentifikasi kebutuhan kesehatan yang diperlukan. Ini wajar karena sebagian besar populasi remaja masih menggantungkan kebutuhan kesehatan kepada wali atau orang tua. Namun penting untuk dicatat, di banyak daerah di Indonesia remaja bukan hanya mengalami keterbatasan akses pengetahuan, tetapi juga menerapkan pola hidup yang tidak sehat.

Beberapa masalah kesehatan remaja yang dihadapi di Indonesia merentang dari persoalan berhubungan seks terlalu dini, fertilitas perempuan remaja yang terlalu tinggi, dan tingkat aborsi yang terlalu tinggi.

Sementara itu dalam isu gizi, remaja di Indonesia juga kerap mengalami anemia, kurang tinggi badan (stunting), hingga kekurangan energi kronis. Persoalan-persoalan kesehatan remaja tersebutlah yang kerap dihadapi oleh kawan-kawan Pencerah Nusantara di wilayah penempatan.

Tim merasa perlu mengatasi persoalan-persoalan tersebut dengan mengadakan upaya pemberdayaan masyarakat. Apa saja yang mereka lakukan? Keberhasilan apa saja yang sudah mereka dapatkan? Simak catatan di bawah ini.

Sahabat Remaja Mentawai  

Kekerasan seksual sangat terkait dengan kondisi kesehatan remaja dan masih menjadi masalah yang kerap dialami banyak remaja di berbagai daerah. (Sumber Gambar: Pixabay)

Maraknya pergaulan bebas dan kekerasan seksual terhadap remaja melatarbelakangi Tim Pencerah Nusantara untuk membangun sebuah kelompok pemberdaya remaja bernama Sahabat Remaja Mentawai di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat.

Komunitas ini didirikan untuk memberdayakan remaja di Kepulauan Mentawai. Berdasarkan pantauan Tim Pencerah Nusantara, menyebarkan pemahaman tentang kesehatan remaja melalui pendidikan sebaya adalah proses belajar yang efektif. Sahabat Remaja Mentawai rutin menjalankan pertemuan mingguan membahas berbagai persoalan kesehatan dan keremajaan.

Tidak berhenti di sana, komunitas juga sering mengadakan berbagai penyuluhan, mulai dari sosialisasi tentang hak-hak anak, bahaya merokok dan narkoba, hingga pergaulan bebas di SMP dan SMA di Kecamatan Sikakap. Di luar itu, mereka juga ikut membantu Puskesmas Sikakap melakukan skrining kesehatan dan Dinas Perikanan dan Kelautan melestarikan terumbu karang.

Yomarlika Samaloisa, salah satu penggerak komunitas ini, bahkan mendapatkan penghargaan sebagai Tunas Muda Pemimpin Indonesia (TMPI) oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada 2015 lalu.

“Sejak bergabung dengan Sahabat Remaja Mentawai, ilmu dan wawasanku semakin bertambah,” ujarnya mengenang.  

 Remaja Bintang

Salah satu upaya memperbaiki kondisi kesehatan remaja adalah dengan melibatkan remaja sebagai agen perubahan. Ini yang melatarbelakangi Tim Pencerah Nusantara wilayah penempatan Kelurahan Ogotua, Sulawesi Tengah, mengadakan Program Remaja Bintang.

Program ini adalah kerja sama antara Tim Pencerah Nusantara, puskesmas, dan sekolah-sekolah setempat untuk menyebarluaskan informasi seputar kesehatan remaja. Pendekatan teman sebaya dianggap tepat untuk menjadikan kader remaja sebagai role model di desanya sehingga upaya promosi kesehatan dapat diketahui seluruh pihak.

Salah satu kegiatan Remaja Bintang dilaksanakan di SMP Negeri 1 Dampal Utara. Pada kegiatan itu, remaja-remaja SMP menjelaskan anatomi dan fisiologi organ reproduksi pria dan wanita. Mereka juga berusaha menjelaskan dampak pergaulan yang tidak sehat dan potensi penularan penyakit menular seksual .

Program ini bukan hanya diharapkan meningkatkan pengetahuan pelajar, tetapi juga mencegah munculnya tindakan kenakalan remaja.

 Sriwijaya Muda

Selain melalui sosialisasi, pendidikan sebaya juga merupakan metode efektif untuk meningkatkan kesadaran tentang kesehatan remaja. (Sumber Gambar: Kesmas-id)

“Kami Muda, Kami Bisa, Kami Berkarya” adalah motto kelompok remaja Sriwijaya Muda, sebuah kelompok remaja yang didirikan oleh Pencerah Nusantara di Kecamatan Muara Enim, Sumatera Selatan. Berbeda dengan program pemberdayaan remaja lainnya, melalui Sriwijaya Muda remaja tidak hanya difasilitasi pengetahuan tentang kesehatan.

Oleh Tim Pencerah Nusantara, mereka juga diajarkan keterampilan berkomunikasi, seperti public speaking ataupun kepemimpinan. Keterampilan ini penting karena salah satu proyek Sriwijaya Muda ketika itu adalah mengadakan penyuluhan ke beberapa SD tentang bahaya merokok dan minuman keras.

Melalui beberapa tahapan pelatihan, Tim Sriwijaya Muda berhasil mengadakan penyuluhan dengan baik. Berkat kekompakkan dan kerja sama tim, mereka berhasil memanfaatkan beragam alat sederhana, seperti spidol dan karton menjadi media gambar yang sangat informatif.

Kehadiran Tim Sriwijaya Muda tidak hanya diharapkan sebagai media aktualisasi kepemimpinan remaja, tetapi juga usaha terus menerus untuk mencegah anak-anak di Muara Enim dari bahaya kecanduan zat adiktif.

Generasi Emas Kradenan (Gemas)

Bekerja sama dengan puskesmas setempat, Pencerah Nusantara wilayah penempatan Kecamatan Grobogan, Jawa Tengah menginisiasi sebuah komunitas remaja peduli kesehatan bernama Generasi Emas Kradenan (Gemas).

Gemas melakukan perekrutan anggota secara terbuka melalui Puskesmas Kradenan. Ini berguna untuk membangun kepedulian bersama tentang kesehatan remaja. Dengan motto “Remaja Sehat, Cerahkan Masa Depan”, Gemas mengadakan berbagai kegiatan, mulai dari pelatihan soft skill, seperti public speaking dan membangun kepercayaan diri hingga materi tentang kesehatan reproduksi remaja dan kesehatan remaja.

Berkat adanya Gemas, perlahan kepedulian terhadap kesehatan remaja terbentuk. Anak-anak yang tergabung pun memiliki motivasi lebih untuk terlibat dalam kerja-kerja sosial di wilayah Kecamatan Grobogan.

 Upaya Tim Pencerah Nusantara meningkatkan status kesehatan remaja sangatlah banyak dan bervariasi. Tentu, sulit untuk menyampaikan semuanya dalam satu catatan. Namun yang pasti, program-program yang telah diinisiasi oleh tim tidaklah cukup jika tidak berjalan berkelanjutan. Oleh sebab itu, kepedulian pemerintah, masyarakat, dan instansi kesehatan juga sangatlah penting untuk meningkatkan kesadaran kesehatan remaja.


Penulis:

 Amru Sebayang