Ditempa sebagai agent of change bagi perubahan besar di masyarakat, menjadi kesan utama tujuh pemimpin Tim Pencerah Nusantara angkatan ke-2 saat berbagi kisah inspiratif tentang pengabdian mereka di 7 lokasi pengabdian selama 6 bilan terakhir. Mereka adalah Gustin F. Muhayani (Mentawai), dr. Ardi Fredi (Karawang), dr. Maria Nainggolan (Tosari), dr. Reastuty (Berau), dr. Rahmi Hermades (Lindu), dr. Iim Karimah (Ogotua), dan dr. Sri Putri Nesia (Ende) yang saat ini tengah berada di Jakarta untuk menyampaikan laporan tengah tahunnya, sekaligus melakukan refleksi dan evaluasi untuk memperkuat komitmen bersama.

Pencerah Nusantara adalah sebuah gerakan sosial berbasis kesehatan dan kemitraan lintas sektor yang diinisiasi oleh Kantor Utusan Khusus Presiden RI untuk Millenium Development Goals. Gerakan ini menjadi salah satu terobosan dalam usaha mencapai target MDGs melalui kesehatan masyarakat sebagai daya ungkit strategisnya. Utusan Khusus Presiden RI untuk MDGs, Prof.Dr.dr. Nila Moeloek, SpM (K) menjelaskan,”Pencerah Nusantara lahir dari kebutuhan terhadap perlunya pelayanan kesehatan primer yang lebih baik di tingkat akar rumput. Tenggat waktu pencapaian MDGs tinggal satu tahun lagi, akses terhadap pelayanan kesehatan belum seluruhnya terpenuhi, beban kesehatan semakin meningkat, dan masyarakat perlu ditingkatkan lagi kapasitasnya agar mampu menemu-kenali cara-cara penanggulangan berbagai tantangan pembangunan. Sebagai pilar penopang kehidupan masyarakat, sistem kesehatan harus mampu merespon kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan yang memadai dengan lebih baik dan lebih cepat. Sudah saatnya kita bersama-sama mengembalikan pelayanan kesehatan primer kepada tugas pokoknya melalui revitalisasi sistem kesehatan dengan melibatkan berbagai sektor, termasuk sektor-sektor di luar kesehatan dan pelibatan masyarakat melalui suatu inovasi baru.”

Diah Saminarsih, Asisten Utusan Khusus Presiden RI untuk MDGs sekaligus Penanggungjawab Gerakan Pencerah Nusantara menuturkan,”Pencerah Nusantara didesain untuk dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan suatu sistem kesehatan nasional yang dapat diandalkan. Untuk itu, dibutuhkan kerjasama antara tenaga kesehatan dan non-kesehatan melalui terobosan kreatif dan inovatif, mengubah paradigma dan perilaku masyarakat terhadap kesehatan, sekaligus menjadi wadah bagi pemuda Indonesia yang ingin mengabdi dan memberi kontribusi nyata untuk pembangunan. Lebih jauh, melalui program ini, kami menemukan inovator-inovator serta praktek-praktek cerdas di tingkat akar rumput. Oleh sebab itu, kami memanggil para pemuda Indonesia untuk ambil bagian, menegakkan idealismenya dan memulai aksi bagi kesejahteraan masyarakat yang lebih baik.”

Gustin F. Muhayani, dokter umum yang menjadi Ketua Tim Pencerah Nusantara Mentawai berbagi pengalamannya bahwa fokus utama Tim Pencerah Nusantara adalah melakukan kegiatan yang bersifat promotif dan preventif untuk menguatkan layanan kesehatan primer, di samping membina hubungan dan melakukan advokasi dengan masyarakat, staf Puskesmas, pejabat pemerintah daerah dan pusat, termasuk mitra sektor swasta, LSM/NGO, organisasi pemuda, universitas dan lain-lain. Tim juga membantu penguatan layanan Puskesmas dengan cara berbagi ilmu dan keterampilan, serta memperkuat sistem manajemen Puskesmas. Lebih jauh, pemuda pemudi terbaik ini merancang dan mengimplementasikan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat.

“Salah satu program besar yang sedang kami siapkan adalah pendataan komprehensif terhadap profil kesehatan masyarakat setempat,”ujar dr. Reastuty, Ketua Tim Pencerah Nusantara Berau. “Data kolektif ini akan menjadi informasi yang begitu bernilai bagi perumusan strategi intervensi yang tepat, untuk dapat melakukan inovasi-inovasi yang sesuai dengan situasi lokal, bahkan mungkin untuk mendorong penguatan kebijakan kesehatan di tingkat yang lebih tinggi,” lanjutnya.

“Survei ini merupakan salah satu sumbangsih Pencerah Nusantara bagi pembangunan sektor kesehatan Indonesia. Meski saat ini baru dilakukan di 7 daerah, kami percaya bahwa data yang diambil dari lapangan oleh orang-orang yang turun langsung dalam intervensi kesehatan adalah valid dan dapat melengkapi data-data riset kesehatan lain yang pernah dibuat. Pada akhirnya, kami berharap dapat menciptakan gambaran umum tentang situasi kesehatan Indonesia, sejalan dengan berkembangnya cakupan wilayah pengabdian Pencerah Nusantara,” tutup Prof. Nila.

Pendaftaran Pencerah Nusntara angkatan ke-3 akan segera dibuka mulai tanggal 1 Mei – 15 Juni 2014 secara online di www.pencerahnusantara.org, dengan kemungkinan penambahan wilayah pengabdian. Informasi lebih lanjut juga dapat diperoleh melalui Facebook “Pencerah Nusantara” dan twitter @pencerahnusa.