Di tengah pandemi, Pencerah Nusantara COVID-19 hadir membantu masyarakat melalui optimalisasi fungsi puskesmas. (Sumber gambar: Dok. Pencerah Nusantara) 

Pandemi COVID-19 sudah menjadi masalah global yang mendera berbagai negara. Hingga akhir Mei 2020, setidaknya telah terdapat lima juta orang yang terinfeksi. Sementara itu, angka kematian hampir mendekati 350.000 jiwa. Indonesia hingga hari ini memiliki angka infeksi COVID-19 mencapai 28.000 kasus dengan tingkat kematian mencapai 6,1 persen. 

Situasi pandemi ini membuat Badan Kesehatan Dunia (WHO) mendorong setiap negara meningkatkan kapasitas trace (pelacakan), test (pengujian) dan treat (perawatan), serta isolate (penanganan dan isolasi). Di Indonesia, fungsi-fungsi tersebut bisa dijalankan melalui optimalisasi fungsi puskesmas yang merupakan fasilitas kesehatan terdekat dengan masyarakat.

Berdasarkan hal itu, program Pencerah Nusantara kali ini mengambil format sedikit berbeda dari sebelumnya. Pada tahun ini Pencerah terpilih akan berfokus membantu puskesmas menghadapi pandemi COVID-19 di beberapa daerah. Ini dikarenakan peran tenaga promotor kesehatan, tenaga kesehatan lingkungan, ahli epidemiologi, dan sarjana kesehatan masyarakat sangat dibutuhkan untuk membantu puskesmas. 

Lantas, kegiatan apa saja yang akan dilakukan Pencerah Nusantara pada wilayah penempatan nanti, kami berikan beberapa bocoran kegiatan ini untukmu! 

Meningkatkan Kapasitas SDM

Tenaga kesehatan, atau nakes, bersama masyarakat adalah kunci melawan pandemi COVID-19. Pelatihan kepada nakes di Puskesmas pada tingkat kecamatan sangat diperlukan untuk membangun pengetahuan yang tepat untuk mencegah penyebaran COVID-19 di tingkat komunitas. 

Pencerah Nusantara akan memberikan pelatihan dan berbagi pengetahuan terkini terkait pencegahan dan penanganan COVID-19 kepada Puskesmas di 8 lokasi terpilih. Pelatihan yang akan diberikan  meliputi kompetensi deteksi, pencegahan, dan pengendalian yang bisa diterapkan di puskesmas. Dari pelatihan ini, tenaga kesehatan di Puskesmas diharapkan dapat menjadi pilar utama pelaksanaan upaya edukasi dan pencegahan infeksi di tingkat masyarakat. 

Mempromosikan Kesehatan

Tugas sebagai tenaga kesehatan tidak hanya tentang tindakan kuratif semata. Tindakan preventif dan promotif nyatanya justru lebih krusial dilaksanakan pada periode pandemi COVID-19 agar masyarakat memiliki kesadaran penuh atas perilaku mereka dan konsekuensi yang ditimbulkan. Pencerah Nusantara akan mendukung edukasi masyarakat di 8 wilayah penempatan menggunakan prinsip komunikasi risiko. 

Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat di wilayah penempatan untuk proaktif melakukan pencegahanseperti memahami pentingnya penggunaan masker, menjaga jarak, dan tinggal di rumah serta konsekuensinya jika tidak dilakukan. Selain itu, masyarakat juga diharapkan untuk berinisiatif melakukan deteksi dini dan skrining apabila mengalami gejala seperti demam, batuk, dan sesak napas.

Dalam melakukan kegiatan ini, tim Pencerah Nusantara akan melibatkan tokoh agama dan tokoh adat setempat untuk melakukan kegiatan-kegiatan promosi kesehatan. Jadi, kegiatan ini dipastikan akan sangat seru karena melibatkan banyak pertemuan dengan orang-orang baru. 

Mendeteksi Kasus

Sesuai dengan rekomendasi WHO, mendeteksi kasus adalah kunci untuk memutus rantai penyebaran COVID-19. Tim Pencerah Nusantara di wilayah penempatan juga akan melaksanakan tugas ini. Puskesmas sendiri memiliki kewenangan untuk melakukan deteksi kasus melalui upaya surveilans kesehatan.

Bedanya, jika deteksi melalui surveilans umumnya dilakukan dengan pencatatan manual, tim Pencerah Nusantara akan melakukan deteksi melalui teknologi COVID-19 Likelihood Meter (CLM). Penggunaan teknologi tersebut dimungkinkan berkat kolaborasi antara CISDI dengan Persatuan Dokter Keluarga Indonesia (PDKI).

Tim Pencerah Nusantara nantinya akan melakukan penelusuran kontak erat melalui penggunaan teknologi ini. Mereka juga akan ikut membantu teleskrining yang akan dilakukan oleh dokter spesialis kedokteran keluarga dan layanan primer (KKLP). 

Ayo Daftar!

Apa para Pencerah hanya bertugas untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan di atas saja? Inisiatif apa saja yang juga bisa dilakukan para Pencerah di wilayah penempatan? Apa manfaat yang bisa didapat dari menjadi seorang Pencerah?

Jawaban-jawaban dari pertanyaan itu sudah kami siapkan untuk kamu, rekan-rekan tenaga kesehatan terbaik yang rela berjuang melawan COVID-19. Tunggu publikasi kami berikutnya untuk mengetahui jawabannya. 

Ayo, segera daftar menjadi Pencerah Nusantara COVID-19 di sini dan jika ada pertanyaan, sila kunjungi laman FAQ di sini!


Penulis

Amru Sebayang