Kabupaten Ende


PROFIL DAERAH

Keadaan Geografis Umum

  • Puskesmas Ahmad Yani yang terletak 17 km dari Kota Ende, ibukota dari Kabupaten Ende berada di Pulau Flores, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Batas wilayah termasuk :

Utara : Laut Flores

Selatan : Laut Sawu

Timur : Kabupaten Sikka

Barat : Kabupaten Nagekeo

  • Luas kabupaten ini mencapai 2.046,6 km2 dengan populasi 238.040 jiwa.
  • Kabupaten Ende memiliki 20 kecamatan yaitu Nangapanda, Ende, Maukaro, Ende Tengah, Ende Selatan, Ende Utara, Ende Timur, Ndona, Ndona Timur, Wolowaru, Wolojita, Lio Timur, Kelimutu, Ndori, Maurole, Kotabaru, Detukeli, Detusoko dan Wewaria.
  • Di wilayah selatan Kabupaten Ende, terbentang jalur deretan gunung api, di antaranya adalah Gunung Api Iya (ketinggian 637 meter, letusan terakhir pada tahun 1969) dan Gunung Mutubusa (ketinggian 1.690 meter, letusan terakhir 1938).
  • Curah hujan di Kabupaten Ende relatif kecil dan variatif. Seperti kawasan lain di Indonesia, curah hujan tertinggi akan muncul di bulan Oktober – April. Curah hujan paling tinggi tercatat di wilayah barat dengan jumlah curah hujan per tahun mencapai 2.169 milimeter.
  • Suhu udara sehari-hari di musim panas tidak terlalu berbeda jauh dengan musim hujan. Perkiraan suhu di siang hari mencapai 33,5°C sedangkan malam hari mencapai 23°C.

Daerah Cakupan Tim Pencerah Nusantara

  • Pulau Ende terletak 1 km dari ibukota Kabupaten Ende dengan total luas wilayah 63,03 km2.
  • Pencerah Nusantara akan membantu Puskesmas Ahmad Yani, yang terletak 17 km dari ibukota Kabupaten Ende. Secara nded anative, wilayah Puskesmas Ahmad Yani terletak di Kecamatan Pulau Ende dan gedung Puskesmas sendiri berada di Desa Rendoraterua.      
  • Terdapat 7 desa di Pulau Ende, dengan perincian sbb:

Desa/Kelurahan

RW

RT

Jumlah Posyandu

Jumlah Penduduk

Ndoriwoy

6

12

3

1,043

Rendoraterua

4

8

2

996

Paderape

4

8

2

896

Aejeti

8

16

5

1,421

Puutura

6

12

3

1,520

Rorurangga

6

12

3

912

Redodori

4

8

2

998

Total

38

76

20

7,786

Keadaan Demografis Umum

Jumlah Kepala Keluarga (KK) di Kabupaten Ende

No.

Nama Desa

Jumlah Penduduk

(jiwa)

Jumlah Kepala Keluarga (KK)

  1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

Redodori

Ndoriwoy

Rendoraterua

Pederape

Puutara

Rorurangga

Aejeti

Kazokapo

Rengamenge

1.003

1.087

1.015

935

838
1.067

846

711

719

316

304

297

257

235

269

221

196

215

Jumlah

8.221

2.310

  • Berdasarkan registrasi penduduk yang dilakukan pemerintah setempat di tahun 2011, Kabupaten Ende memiliki populasi sebanyak 261.903 jiwa yang terdiri dari 138.781 jiwa penduduk  perempuan dan 123.122 jiwa penduduk laki-laki.
  • Kepadatan penduduk Kabupaten Ende di tahun 2011 mencapai 128 jiwa per km2. Angka kepadatan penduduk terbesar tercatat di Kecamatan Ende Tengah sebesar 3.664 jiwa per km2.
  • Presentase agama di Kabupaten Ende berdasarkan Sensus 2010 terdiri dari Katolik (180.517 jiwa), Islam (73.956 jiwa), Kristen (5.055 jiwa) dan Hindu (366 jiwa).
  • Sedangkan, presentase agama di Kabupaten Ende berdasarkan Sensus 2010 terdiri dari Katolik (180.517 jiwa), Islam (73.956 jiwa), Kristen (5.055 jiwa) dan Hindu (366 jiwa).

PROFIL KESEHATAN

Sarana dan Prasarana

  • Puskesmas Ahmad Yani belum mempunyai box emergency yang siap digunakan sewaktu-waktu sehingga jika terjadi kegawatdaruratan petugas medis kebingungan mencari obat dan alat kesehatan yang dibutuhkan. Beberapa jenis obat-obatan dan alat kesehatan sering telat pengadaannya seperti oksitosin, infus set makro dan asam asetat 6% untuk pemeriksaan albumin urin. Keterlambatan ini mengakibatkan pelayanan tidak sesuai dengan SOP.
  • Kekosongan vaksin ini terjadi mulai dari tingkat provinsi yang berdampak pada kekosongan pengadaan vaksin ditingkat kabupaten dan Kecamatan. Kekosongan vaksin menyebabkan jadwal imunisasi bayi dan balita di wilayah kerja Puskesmas Achmad Yani mundur dari jadwal seharusnya bahkan menjadi salah satu faktor penyebab ketidaklengkapan imunisasi. Persediaan vaksin campak dan TT sampai dengan Oktober 2014 masih tersedia dalam kondisi baik. Ketersediaan vaksin campak dan TT tahun 2014 merupakan sisa dari pekan imunisasi tahun 2013, namun petugas kesehatan yang bertugas belum pernah melakukan pendataan setiap bulan untuk vaksin campak dan TT dikarenakan belum perlu mengajukan pengadaan vaksin lagi ke Dinas Kesehatan.
  • Alat kontrasepsi paling banyak digunakan di wilayah kerja Puskesmas Achmad Yani adalah KB suntik 3 bulan, sedangkan alat kontrasepsi yang tidak tersedia di wilayah kerja Puskesmas Achmad Yani adalah KB suntik 1 bulan, minipil dan IUD. KB IUD tidak tersedia dikarenakan tidak ada akseptor KB yang ingin menggunakan IUD selama tahun 2014, sedangkan untuk pengadaan KB suntik 1 bulan dan minipil tidak pernah ada di wilayah kerja Puskesmas Achmad Yani. Pengadaan alat-alat kontrasepsi sesuai dengan jumlah ketersediaan alat kontrasepsi di Puskesmas, jika masih ada sisa alat kontrasepsi tertentu dari bulan sebelumnya maka pemasukan alat kontrasepsi baru tidak dilakukan.

Akses

Transportasi

  • Secara umum jalur perhubungan dan transportasi dari desa-desa menuju Puskesmas cukup baik meskipun belum semua jalan desa telah diaspal. Masyarakat di Pulau Ende biasanya mengunakan jasa ojek untuk transportasi sehari-hari antar desa di dalam pulau.
  • Untuk transportasi dari Pulau Ende menuju pusat Kabupaten Ende, sarana transportasi yang digunakan adalah kapal motor laut. Waktu perjalanan yang ditempuh dalam satu kali berpergian adalah sekitar 120 menit.

 

Desa

 

Jarak Tempuh ke Pelayanan Kesehatan Terdekat

 

< 1.000 meter

1.000 – 5.000 meter

Rorurangga

        100,0 %

   0,0 %

Puutara

0,0 %

100,0 %

Ranga Mange

0,0 %

100,0 %

Paderape

71,4 %

  28,6 %

Rendoraterua

40,5 %

  59,5 %

Ndoriwoy

77,5 %

  22,5 %

Redodori

84,1 %

  15,9 %

Aejeti

70,6 %

  29,4 %

Kazo Kapo

17,6 %

  82,4 %

Permasalahan Kesehatan

Mortalitas

  • Angka Kematian Bayu (AKB) dan Angka Kematian Balita di wilayah kerja Puskesmas Ahmad Yani pada tahun 2015 adalah 0/1000 KH
  • Angka Kematian Ibu di wilayah kerja Puskesmas Ahmad Yani pada tahun 2014 adalah 0/100.000 KH

Morbiditas

  • Morbiditas tertinggi di wilayah kerja Puskesmas Ahmad Yani disebabkan karena ISPA (527 kasus)
  • Morbiditas terendeh di wilayah kerja Puskesmas Ahmad Yani disebabkan karena Malaria Tropika (2 kasus)

Kesehatan Ibu Hamil

  • Rendahnya cakupan  K4 sebesar 6,85% dan K1 sebesar 18,32%

Status Gizi

  • Masih banyaknya kasus gizi buruk, terutama di desa Kazokapo (12%)

Performa Puskesmas di Komunitas

  • Masih rendahnya upaya promosi kesehatan  oleh Puskesmas
  • Pelaksanaan sistem 5 meja dan Sistem Informasi Posyandu (SIP) belum maksimal
  • Cakupan bayi / Balita yang ditimbang di Posyandu belum merata, ada desa yang sangat rendah cakupannya sebesar 36%
  • Belum optimalnya pelaksanakan program Posbindu
  • Manajemen PKM meliputi 1) ketenagaan, 2) sarana prasarana, 3) pembiayaan, 4) sistem, 5)pengumpulan, pengolahan dan pelaporan data belum berjalan dengan baik

Tingginya Angka Pernikahan Dini

  • Tingginya kasus kenakalan remaja (perilaku merokok, minum minuman berakohol, pacaran tidak sehat)

Pengendalian Tembakau

  • Rendahnya implementasi KTR oleh masyarakat
  • Tingginya kasus kenakalan remaja (perilaku merokok, minum minuman berakohol, pacaran tidak sehat)

Kesehatan Lingkungan

  • Tingginya penderita diare usia 0-4 tahun sebanyak 297 kasus (44,39%).

Keberadaan tim Pencerah Nusantara di Ende diterima dengan sangat baik oleh masyarakat dan tenaga kesehatan setempat. Hal ini dibuktikan dengan terus meningkatnya indikator kesehatan masyarakat di Ende sejak tahun pertama hingga memasuki tahun ketiga. Keberlanjutan program juga menjadi salah satu perhatian utama, sehingga tenaga kesehatan setempat yang dulu lebih pasif mengikuti rencana tim Pencerah Nusantara, kini lebih aktif dalam melakukan berbagai program dan kegiatan Puskesmas di masyarakat. Untuk rencana kedepan, tim Pencerah Nusantara akan meningkatkan fokus pada program pengendalian sampah di masyarakat, mengingat masih signifikannya kesehatan lingkungan dalam situasi masalah kesehatan di Ende.

TIM PENCERAH NUSANTARA ENDE (2012-2015)

Pencerah Nusantara Angkatan 1 Ende (2012-2013) :

  1. Harika Putra (Dokter Umum)
  2. Nurul Widiyastuti (Perawat)
  3. Indriya Suciyati (Bidan)
  4. Nur Akbar Bahar (Ahli Kesehatan Masyarakat)

Pencerah Nusantara Angkatan 2 Ende (2013-2014) :

  1. Sri Putri Nesia (Dokter Umum)
  2. Dewi Seftiani Nugrahini (Perawat)
  3. Nuraini Irawati (Bidan)
  4. Enrika Rahayu Setyani (Ahli Kesehatan Masyarakat)
  5. Lukmanul Hakim (Ahli Kesehatan Masyarakat)

Pencerah Nusantara Angkatan 3 Ende (2014-2015) :

  1. Yose Rizal (Dokter Umum)
  2. Nikita Dewayani (Perawat)
  3. Mega Faridatun Nisak (Bidan)
  4. Mochammad Sholehhudin (Ahli Kesehatan Masyarakat)
  5. Umunnisa Hidayati (Pemerhati Kesehatan)