Merealisasikan program Itik Ceria Lindu bukanlah proses yang singkat bagi tim Pencerah Nusantara Lindu. Program ini mula-mula telah diinisiasi oleh tim Pencerah Nusantara angkatan 1, kemudian diupayakan oleh tim Pencerah Nusantara 2 untuk direalisasikan, hingga akhirnya baru benar-benar bisa direalisasikan pada periode tim Pencerah Nusantara 3 bertugas.

Itik Ceria Lindu merupakan kegiatan usaha kader yang dimaksudkan untuk dapat mendukung ketersediaan dan pengembangan dana sehat posyandu melalui ternak itik. Kader diberikan stimulan dalam bentuk ternak itik, kemudian hasilnya digunakan untuk dana sehat posyandu sebanyak 40% dan untuk pendapatan keluarga bagi para kader sebanyak 60%.

Mengapa memilih itik?

Pertama, karena itik merupakan salah satu aset nasional dan sekaligus komoditas yang bisa diandalkan sebagai sumber gizi dan sumber pendapatan masyarakat. Jenis bibit unggul yang diternakan di Indonesia adalah jenis itik petelur. Selain itu, itik cocok hidup di daerah dataran tinggi, sangat cocok dengan kondisi di kecamatan Lindu yang merupakan daerah dataran tinggi di provinsi Sulawesi tengah.

Lokasi yang ideal untuk budidaya itik untuk pemeliharaan adalah jauh dari suara bising, dan mudah mendapatkan air untuk perkembangan itik. Sebagian besar kehidupan itik dilakukan ditempat berair, itik juga banyak dijumpai di rawa-rawa, pesawahan, muara sungai, karena daerah tersebut dimanfaatkan itik menjadi tempat bermain dan mencari makan. Lindu memiliki banyak perairan diantaranya danau Lindu, rawa-rawa, dan sungai. Dengan mengoptimalkan potensi geografis ini, diharapkan kegiatan ternak itik mampu menjadi sumber keuangan untuk dana sehat posyandu, sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga bagi para kader.

Adalah dusun Kangkuro, yang merupakan salah satu dusun di Desa Tomado, Kecamatan Lindu, yang posyandunya berkesempatan menjadi pilot project pelaksanaan usaha kader mandiri berupa Itik Ceria Lindu. Dusun Kangkuro yang lokasinya jauh di seberang danau, banyak rawa-rawa, persawahan dan jauh dari keramaian sangat cocok untuk usaha ternak itik.

Mengawali program ini, tim Pencerah Nusantara Lindu melakukan penyuluhan kepada para kader mengenai cara beternak itik, cara membuat kandang yang baik, pemberian pakan yang baik, dan sebagainya. Tim Pencerah Nusantara tidak sendirian, kami mengajak serta penyuluh peternakan dari BP3K (Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan) Kecamatan Lindu.

Setelah memberikan penyuluhan, di bulan selanjutnya tim PN kembali melibatkan BP3K dalam melakukan survei kelayakan kandang milik kader, untuk memastikan bahwa kader telah menyiapkan kandang itiknya masing-masing dengan baik. Bidan Desa Kangkuro, yang juga sekaligus sebagai staf Puskesmas Lindu, membantu para kader untuk mengelola dana sehat dari hasil beternak itik.

Memasuki bulan kedua pemeliharaan, itik mulai bertelur. Para kader posyandu Kangkuro, Ibu Hantia, Ibu Neti, Ibu Rosmin, Ibu Betina, dan Ibu Rahel sangat berbahagia karena akhirnya hasil kerja keras mereka memelihara itik membuahkan hasil. Mereka berharap produksi telur itik terus meningkat dari hari ke hari supaya dapat dimanfaatkan untuk PMT (Pemberian Makanan Tambahan) saat posyandu dan juga meningkatkan pendapatan keluarga para kader.

Monitoring dan evaluasi ternak itik terus dilakukan setiap bulan, untuk memastikan kader beternak itik dengan baik, sehingga hasil yang diperoleh juga bisa optimal.

Tim PN bercerita tentang success story Itik Ceria Lindu kepada Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan Kabupaten Sigi, dan mereka berkomitmen untuk mereplikasi program serupa di dusun lain di kecamatan Lindu dengan memberikan bantuan stimulus berupa ternak itik.

Setelah dusun Kangkuro, stimulan berupa bantuan ternak itik diberikan kepada Posyandu Kanawu Atas, Desa Olu, Kecamatan Lindu. Bantuan tersebut merupakan bantuan dari Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan Kabupaten Sigi.


Dinas Kesehatan Kabupaten Sigi juga sangat bergembira mendengar kisah sukses Itik Ceria Lindu. Program ini selaras dengan program 1000 telur yang dicanangkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sigi.

Merealisasikan program Itik Ceria Lindu merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi tim Pencerah Nusantara Lindu, mengimplementasikan inisiatif, dan berkolaborasi dengan banyak sektor, serta memberikan kesempatan bagi para kader untuk memberikan kontribusi yang lebih besar lagi di masyarakat dalam meningkatkan taraf kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.  


Penulis : Rahma Isna Saidah